2019, RSUD Dompu Operasionalkan Hemodialisa

0
34

Dompu (Suara NTB) – Alat cuci darah atau hemodialisa menjadi sangat diharapkan kehadirannya di RSUD Dompu. Banyaknya kasus yang membutuhkan penanganan cuci darah, sehingga banyak warga Dompu harus dirujuk ke Mataram. Untuk memaksimalkan pelayanan bagi pasien, RSUD Dompu akan mengoperasikan hemodialisa di Dompu.

Rencana ini sudah diawali dengan penandatangan perjanjian kerja sama operasional (KSO) alat hemodialisa dan dimulainya pelayanan di RSUD Dompu dengan PT Mendjangan Jakarta tahun 2017 lalu. Penandatangan kerjasama saat itu dihadiri juga oleh unsur pemerintah daerah diwakili oleh Asisten 1 Setda Dompu, Drs H Sudirman Hamid, Inspektur Inspektorat Dompu, Ir H Mokh Syaiful HS, dan Ketua Komisi 3 DPRD Dompu, Ikhwayuddin AK di RSUD Dompu.

“Setelah penandatangan KSO tahun 2017 lalu, kita akan mulai mengoperasikannya tahun 2019 mendatang setelah tenaga terlatih disiapkan,” kata Humas RSUD Dompu, Gunawan, A.Md.Pik kepada Suara NTB.

Humas RSUD Dompu, Gunawan, A.Md.Pik.

Kesiapan RSUD Dompu dalam mengoperasionalkan Hemodialisa diawali dengan penyiapan tenaga pengoperasionalan alat. Tahun 2018 ini, penyiapan SDM untuk pengoperasionalan alat dilakukan. “Untuk sementara belum bisa dimulai pelayanan karena perlu penyiapan tenaga terlatih. Sesuai KSO yang ditandatangan, penyiapan SDM dilakukan tahun ini dan tenaganya sudah disiapkan,” terangnya.

Gunawan mengungkapkan, KSO alat hemodialisa dengan PT Mendjangan Jakarta dilakukan karena banyaknya pasien yang harus dilayani untuk penanganan cuci darah di Dompu. Untuk cuci darah, ada yang sekali sebulan, sekali sepekan dan bahkan ada yang harus setiap hari. Ketika pasien dicuci darah, mau tidak mau pasien tersebut harus ke Mataram. “Padahal pasiennya hanya untuk cuci darah, sehingga menambah beban biaya yang lain,” jelasnya.

Ketika alat Hemodialisa dioperasionalkan di RSUD Dompu, Gunawan mengatakan, tentu akan banyak membantu masyarakat Dompu yang hendak melakukan cuci darah. Karena pasien tidak akan mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi dan biaya hidup di daerah orang. “Cukup datang ke RSUD, pasiennya bisa langsung dilayani,” katanya.

RSUD Dompu juga terus melakukan pembenahan sebelum mengoperasionalkan alat Hemodialisa. Tidak hanya pada penyiapan SDM, tapi juga sarana prasarana pendukung lain. Termasuk tempat dan ruangan serta persiapan lainnya. Hal ini juga dilakukan ketika RSUD Dompu bekerjasama dengan pihak lain seperti penyiapan tenaga spesialis dan lainnya.

Ia pun mengaku, pihak RSUD Dompu akan terus melakukan pembenahan dan perbaikan pelayanan, sehingga misi menjadi pusat rujukan pasien di Kabupaten Dompu dapat diwujudkan. Walaupun penyiapan layanan tidak bisa diadakan sendiri, tapi upaya kerjasama dengan pihak lain bisa dilakukan dan itu dibolehkan. “Karena kita sudah BLUD, sehingga bisa mengatur dirinya sendiri termasuk untuk peningkatan layanan,” terangnya. (ula/*)