Lewat Kemah Inspirasi, ARI NTB Dorong Anak Muda Setop Perkawinan Anak

0
45

Mataram (Suara NTB) – Aliansi Yes I Do Lombok Barat telah menjalankan program sejak awal tahun 2017 dalam merespon isu perkawinan anak, kehamilan remaja, dan sunat perempuan yang terjadi di Lombok Barat. Aliansi Remaja Independen (ARI) NTB sebagai salah satu mitra aliansi, memiliki tanggung jawab dalam pemberdayaan remaja melalui partispasi bermakna. Karena itu, ARI NTB mengajak anak muda empat desa intervensi aliansi Yes I Do Lombok Barat yakni Kediri Induk, Jagaraga Indah, Lembar Selatan, dan Sekotong Timur mengikuti Kemah Inspirasi, di Pantai Gerisak, Sekotong Barat, Sabtu dan Minggu, 12 – 13 Mei 2018.

Program Manager ARI NTB untuk program Yes I Do, Bunga Damai Prasasti, mengatakan pihaknya mencegah perkawinan usia anak dengan melibatkan dan memberdayakan anak dan remaja itu sendiri. “Salah satu cara memberdayakannya adalah menumbuhkan kepedulian dan jiwa volunteer mereka agar mau terlibat dalam pencegahan isu tersebut,” jelasnya.

Oleh karena itu, ARI NTB mengajak Jaringan Anak Muda dari Kediri Induk, Sekotong Timur, Jagaraga Indah, dan Lembar Selatan untuk kemah agar bisa sharing dengan sesama remaja dari empat desa itu. Sebanyak 40 remaja mengikuti Kemah Inspirasi. Juga mengundang beberapa narasumber yang aktif dalam isu-isu remaja, antara lain Kemas Ahmad Mujoko yang merupakan Koordinator Nasional ARI, Fathul Rakhman dari KPID NTB, dan Ahmad Ijtihad dari Pasirputih.

Pada salah satu sesi kemah, ada sesi talkshow dan diskusi dengan narasumber-narasumber itu. Narasumber berbagai tentang pengalaman mereka. Seperti Mujoko yang mejadi Kornas ARI di usia 21 tahun, berbagi tentang pengalamannya menggagas program Yes I Do. Ia juga dulu termasuk remaja yang mencegah perkawinan anak.

Sementara Fathul, memotivasi dan mendorong remaja untuk aktif berkegiatan sebagai cara agar tidak menikah di usia anak. Juga berbagi mengenai upaya meningkatkan kapasitas diri. Sementara Ijtihad dari pasirputih menyampaikan tentang bagaimana mereka membuat komunitas di desa, berkarya, dan menyelenggarakan kegiatan yang bisa dinikmati masyarakat di desa.

Bunga menekankan, harapan pihaknya melalui kemah inspirasi agar anak-anak dan remaja di desa tetap terus terdorong melawan perkawinan anak. “Kemah inspirasi ini hanya salah satu kegiatan program Yes I Do dalam memberdayakan remaja untuk mencegah isu tersebut,” ujarnya.

Remaja sebagai peserta pun mengapresiasi kegiatan itu. Putri dari Jaringan Anak Muda Desa Sekotong Timur mengatakan kegiatan itu sangat bermanfaat karena bisa mengajarkan tentang apa itu kebersamaan. “Materinya menginspirasi orang lain, terutama pas disampaikan ada kesempatan menjadi diri sendiri,” katanya.

Peserta lainnya, Suci Apriani dari Desa Kediri Induk juga menyambut baik kegiatan itu. Menurutnya perkawinan anak seringkali merugikan anak, terutama perempuan, orang tua, dan anak dari anak tersebut. “Berdampaik dari segi, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan,” katanya. (ron/*)