Polda NTB Atensi Kampanye Hitam

Mataram (Suara NTB) – Pilkada serentak 2018 di NTB kini sedang dalam masa kampanye. Kepolisian mengefektifkan peran cyber troops dalammeng antisipasi kampanye hitam. Sementara politik uang menjadi ranah Bawaslu yang di dalamnya ada Gakkumdu.

Kapolda NTB, Brigjen Pol Achmat Juri menegaskan, situasi NTB selama rangkaian Pilkada serentak 2018 ini masih terpantau kondusif. Pun demikian dinamika di dunia maya ataupun indikasi politik uang.

‘’Kita efektifkan cyber troops yang terus patroli dunia maya. Kalau ada yang menonjol kita takedown. Kita monitor, kita patroli,’’ jelasnya ditemui Jumat, 27 April 2018.

Meski dinamika dunia maya tidak merepresentasikan keadaan masyarakat, namun setiap hal negatif dapat memicu permasalahan. Termasuk ketika ada unggahan yang langsung menyerang diri pribadi khususnya pasangan calon yang berkontestasi Pilgub, Pilbup atau Pilwalkot.

‘’Bermacam-macam itu ya. Kalau memang melebihi takarannya, masuk rambu penindakan ya harus ditindak. Delik aduan juga dilihat karakteristik perkaranya,’’ kata mantan Kapolda Maluku Utara ini.

Pola pengamanan itu pun sudah dilakukan sejak sebelum rangkaian Pilkada dimulai. Achmat menjelaskan, pola pengamanan disusun berdasarkan karakteristik masing-masing tahapan.

‘’Semua sudah diskalakan. Kita sudah setting pengamanan sesuai tahapan. Begitu masuk tahapan berikutnya, bentuk karakter pengamanannya ada lagi. Sudah kita hitung dari awal,’’ terangnya.

Contohnya nanti pada saat menjelang hari pencoblosan. Kerawanan meningkat dengan indikasi politik uang. Bagi-bagi uang kepada pemilih menjadi kekhawatiran sesuai peta kerawanan.

‘’Yang di depan soal itu dari Bawaslu. Kalau ‘permainan’di tingkat Pilkada antara calon dengan masyarakat itu Bawaslu. Kita backup Bawaslu,’’ kata Achmat.

Untuk mendukung terlaksananya rangkaian pengamanan itu, Achmat menerangkan pihaknya menggandeng unsur pemuda dan ulama, serta tokoh masyarakat. ‘’Kita kuatkan kerja sama baik di level kepemudaan, maupun tokoh-tokoh. Kita jalin silaturahmi dan kerja sama untuk sama-sama memelihara kondusivitas,’’ pungkasnya. (why)