‘’Groundbreaking’’ Paramount Hotel, Tiga Menteri Direncanakan Hadir

Praya (Suara NTB) – Tiga menteri direncanakan bakal hadir untuk melakukan groundbreaking (perataan atau peletakan batu pertama) pembangunan Hotel Paramount di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Rabu, 18 April 2018 besok. Menteri yang direncanakan hadir adalah Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution serta Menteri BUMN Rini Soemarno.

“Tadi kami sudah rapat koordinasi dengan pihak ITDC dan instansi terkait lainnya, soal rencana kedatangan tiga menteri serta groundbreaking salah satu hotel di kawasan Mandalika,” jelas Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., saat dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 16 April 2018.

Seluruh persiapan saat ini sudah dilakukan. Terutama terkait rencana pembangunan hotel ketiga di kawasan Mandalika. Nursiah menjelaskan, kehadiran tiga menteri selain melakukan groundbreaking pembangunan hotel sekaligus untuk melakukan evaluasi terhadap progres dan capaian pembangunan di kawasan Mandalika sampai sejauh ini. Termasuk mengevaluasi persoalan yang masih mengganjal.

“Dengan proses evaluasi ini, pemerintah pusat bisa mengambil langkah serta kebijakan yang diperlukan guna memastikan rencana pengembangan kawasan Mandalika bisa berjalan sesuai target yang ada,” tambahnya.

Dihubungi sebelumnya, General Affair KEK Mandalika ITDC, I Gusti Lanang Bratasuta mengatakan, semula groundbreaking Hotel Paramount digelar pada tanggal 12 April. Namun karena terbentur kegiatan dari Menko Kemaritiman, sehingga rencana groundbreaking ditunda selama satu minggu untuk menyesuaikan dengan agenda Menko Kemaritiman, Menko Perekonomian maupun Menteri BUMN.

Brata menjelaskan, Hotel Paramount merupakan hotel ketiga yang groundbreaking di kawasan Mandalika. Setelah sebelumnya, Hotel Pullman dan Hotel Royal Tulip sudah terlebih dulu di-groundbreaking. “Hotel Paramount merupakan hotel bintang lima dan akan menjadi salah satu hotel paling mewah di kawasan Mandalika nantinya,” ujarnya.

Pembangunan hotel diperkirakan akan menghabiskan anggaran hingga Rp 1 triliun lebih dengan pembiayaan oleh investor asal Dubai dan Singapura. Hotel tersebut diprediksikan bakal tuntas proses pembangunannya di tahun 2020 mendatang dan direncanakan bakal beroperasi di tahun yang sama. (kir)