Festival Tambora 2018, Awal Dimulainya Pembangunan Kawasan Pendukung Tambora

Dompu (Suara NTB) – Festival Tambora masuk calender of event Kemenpar RI, sehingga mendapat alokasi anggaran maupun promosi skala nasional. Tahun 2018, Kemenpar RI mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 Miliar untuk pengembangan pariwisata Gunung Tambora dan direncanakan untuk pembangunan museum Tambora sebagai kawasan pendukung.

Pencanangan proyek kawasan pendukung Tambora dan peresmian Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) sebagai geopark nasional akan menjadi puncak kegiatan Festival Tambora (FT) tahun 2018. Kawasan pendukung Tambora yang diplot di area seluas 10 ha ini direncanakan dalam area TNGT di jalur pendakian Doro Ncanga Dompu. Tepatnya di sekitar pos 2 di lereng selatan gunung Tambora. Akses jalan dari pos 1 di padang savana Doro Ncanga ke pos 2 sebagai lokasi kawasan pendukung Tambora akan ditingkatkan dengan pengerasan dan pengaspalan.

“Kita pilih di dalam kawasan Taman Nasional Gunug Tambora karena ingin menghadirkan alam bebasnya. Kalau ini sudah jadi, Tambora akan mengalahkan destinasi lain di Indonesia,” kata Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kepada Suara NTB di kantor Bupati, Kamis, 15 Maret 2018.

Kawasan ini akan dicanangkan proses pembangunannya pada puncak event FT, 11 Apri 2018 bersama peresmian TNGT sebagai geopark nasional. Saat ini, penyelesaian administrasi untuk proses izin pembangunan kawasan wisata ke Kementrian Kehutanan RI oleh TNGT dan permohonan dari pemerintah daerah (Pemda) Dompu dalam tahap penyelesaian.

Terkait kendala air bersih karena berada di dataran tinggi pegunungan Tambora, H. Bambang mengaku, pola pembangunan bendungan di sekitar Soritatanga dan Doropeti bisa dijadikan contoh untuk penyiapan air bersih di area kawasan pendukung Tambora. Walau daerah tersebut berpasir yang tidak bisa menyimpan air, tapi dengan sistem pembangunan bendungannya dapat menampung air dalam setahun tanpa putus. “Sistem bendungan di Soritatanga itu mungkin bisa diikuti untuk penyiapan air bersih untuk kawasan pendukung Tambora,” kata H. Bambang.

Desain rencana pembangunan Museum dan TIC di kawasan Tambora yang mulai dibangun tahun 2018 ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, H Lalu Muhammad Faozal, M.Si pada rapat koordinasi dan persiapan festival Tambora 2018 di Dompu, Senin, 12 Maret 2018 lalu mengungkapkan, event Festival Tambora sudah masuk calender of event Kemenpar RI yang harus disukseskan pelaksanaannya. Sebagai event nasional, semua rangkaian event puncaknya pada 11 April dan event tahun 2018 oleh masing – masing daerah di pulau Sumbawa saling mendukung.

Kabupaten Bima sudah mulai lebih konkret kegiatannya dengan Teka (mendaki) Tambora dari sisi utara gunung Tambora, Kota Bima dengan Festival Pesona Lawata, Sumbawa dengan Semalam Dalam Loka, KSB dengan festival Mantar.

Di Kabupaten Dompu sendiri, berbagai event akan dilaksanakan pada Festival Tambora tahun 2018 ini. Diantaranya, Pesona Budaya, Tambora Challenge lintas Sumbawa dengan jarak tempuh 320 KM, Fest in Fest Tambora yang meliputi kegiatan pawai budaya, festival kuliner, cera labu, dan Tambora Coffee fest.

Faozal juga mengungkapkan, rencana pembangunan fasilitas layanan kepariwisataan di kawasan Tambora juga akan dimulai tahun 2018. Anggaran dari pusat sudah dialokasikan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB untuk tahap awal berupa pembangunan museum dan Tourism Information Center (TIC).

“Kita akan bangun tahun ini dimulai. Anggarannya sudah ada di kami untuk tahap awal dari keseluruhan fasilitas layanan kepariwisataan di kawasan Tambora,” katanya. (ula/*)