Calon Anggota Dewan Dilaporkan Kasus Penggelapan

Mataram (Suara NTB) – Calon Pengganti Antar Waktu (PAW) DPRD NTB, SM alias SR dilaporkan ke polisi atas dugaan penggelapan. Korbannya Muslim Sejati, seorang pengusaha asal Gerung Lombok Barat merugi Rp 125,5 juta.

Dalam laporannya, Muslim menyebut terlapor meminjam uang dalam bentuk tunai dan barang pada tahun 2016, antara lain mobil Suzuki Futura, Daihatsu Taruna, serta yang Rp 15,5 juta.

“Pada waktu itu di rumah temannya ZF (disebutkan lengkap). mobil itu dipinjam untuk keperluan proyek,” kata Muslim saat dihubungi Kamis, 8 Maret 2018.

Pinjam-meminjam itu ditandatangani di atas kertas bermaterai enam ribu yang ditandatangani terlapor, pelapor, dan tiga orang saksi.

Baca juga:  Godok Calon, Golkar Tunggu Regulasi Pilkada

Rincian pinjamannya, kata Muslim, yakni gadai Suzuki Futura Rp 30 juta, gadai Daihatsu Xenia Rp 30 juta, gadai BPKB dua unit sepeda motor Rp 10 juta, pinjaman dari Lalu Husni Rp 2,5 juta, pinjaman Sri Handayani Rp 1 juta, pinjaman dari Inaq Sahar Rp 2 juta, dan hasil gadai Daihatsu Taruna Rp 50 juta.

“Terlapor menyatakan sanggup akan mengembalikan paling lambat 3 November 2016. Tapi setelah dua tahun ini tidak pernah dikembalikan,” ujarnya.

Di dalam surat kuitansi pinjaman, terlapor SR menyatakan siap diproses hukum apabila tidak mengembalikan sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan.

Dia mengaku sudah mencoba jalan mediasi tetapi terlapor tidak pernah mengangkat telepon darinya. Saat disambangi di kantor pun terlapor beralasan sedang sibuk.

Baca juga:  Kasus Taman Amahami Diserahkan ke Inspektorat

“Jadi saya memutuskan untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Paling tidak ada itikad baik untuk mengembalikan kalau tidak kasus akan kami proses terus,” ujar Muslim.

Terpisah Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan pihaknya menerima laporan tersebut. Selanjutnya, penyidik akan memeriksa berkas laporan untuk menentukan ditindaklanjuti ke tahap penyelidkan atau tidak. “Laporan aduan akan dipelajari dulu,” ujarnya.

Sementara itu, upaya konfirmasi terhadap SM hingga saat ini masih menemui jalan buntu. Yang bersangkutan enggan merespon permintaan wawancara maupun pesan yang dikirimkan ke nomor ponselnya. (why)