Prof. Husni Resmi Dilantik Jadi Rektor Unram

0
198

Mataram (Suara NTB) – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Prof. Muhammad Natsir melantik Prof. Dr. H. Lalu Husni, sebagai Rektor Universitas Mataram (Unram) terpilih.

Pelantikan berlangsung Rabu, 7 Maret 2018 malam pukul 19.00 WIB di Auditorium Kemenristek Dikti, Gedung D lantai II, Jakarta. Prof. H. Lalu Husni dilantik sebagai Rektor Unram periode 2018-2022.

Wakil Rektor IV Unram, Prof. Ir. Suwardji, mengaku seluruh pimpinan Unram menghadiri undangan pelantikan. Adapun sebagai undangan dalam pelantikan di antaranya, Ketua Senat Unram Prof. Mansur Ma’sum, seluruh Wakil Rektor Unram, Biro, Sekretaris Senat, dan Dekan lingkup Unram.

Suwardji berharap agar Prof. Husni dapat membawa Unram jauh lebih maju lagi dari sekarang. Capaian yang telah diraih saat ini agar ditingkatkan. Termasuk juga yang penting adalah, agar nilai akreditasi universitas bisa naik menjadi A.

Baca juga:  Dosen FKIP Unram Melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat

‘’Bisa tingkatkan akreditasi. Akreditasi kita ketinggalan ini dengan kampus-kampus luar seperti di Jember sudah A,’’ Suwardji.

Harapan juga datang dari para tenaga kontrak di lingkungan rektorat. Mereka berharap, pergantian pimpinan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan para tenaga kontrak. ‘’Harapan dengan rektor baru, khusus tenaga kontrak kesejahteraan meningkat,’’ kata Wawan Gustiawan, salah seorang tenaga kontrak.

Menurut Wawan, tidak salah jika harapan itu muncul dari para tenaga kontrak, terlebih banyak di antara mereka yang telah mengabdi hingga belasan tahun.

Dia misalnya, telah mengabdikan diri di Unram sebagai tenaga kontrak hampir 12 tahun. Namun kesejahteraan tak kunjung dirasakan. Gaji yang diberikan pun tak mencapai upah minimum. ‘’Sesuai dengan UMP lah. Tapi selama ini gaji kami di bawah UMP. Padahal penting pekerjaannya,’’ ungkapnya.

Baca juga:  Pengabdian kepada Masyarakat, Tim Dosen Program Studi Fisika FMIPA Unram Gelar Workshop SISI-TP di SMPN 2 Sekotong

Termasuk kata dia, adanya pergantian pimpinan dapat membuat perlakuan yang adil terhadap semua tenaga kontrak. Mengingat sebelumnya, mereka merasakan adanya ketimpangan. Belum lagi adanya perbedaan tingkat kesejahteraan tenaga kontrak di tingkat fakultas, yang dinilai masih jauh lebih tinggi di bandingkan tenaga kontrak di tingkat rektorat.

‘’Kita merasa ada ketimpangan antara pegawai kontrak yang lama dengan yang baru, khususnya yang di rektorat,’’ tutur Wawan.

Meski dalam surat perjanjian kontrak, tenaga kontrak tidak boleh meminta untuk menjadi PNS. Namun dia dan rekan-rekannya masih berharap agar Rektor Unram yang baru dapat mengusulkannya, walau hal itu merupakan kewenangan pusat.

“Harapannya untuk (pegawai) yang lama-lama ini agar bisa diusulkan (menjadi PNS),’’ harapnya. (dys)