Diguyur Hujan, ‘’Mandalika Fashion Carnival’’ Berlangsung Meriah

Praya (Suara NTB) – Gelaran Mandalika Fashion Carnival yang merupakan rangkaian kegiatan Festival Pesona Bau Nyale, Senin (5/3) berlangsung meriah. Kendati hujan lebat mengguyur Kota Praya dan sekitarnya tidak membuat fashion carnival dibatalkan. Justru animo warga Kota Praya menonton acara ini cukup besar. Mereka rela kehujanan, asalkan bisa melihat acara yang digelar sekali setahun ini.

Acara Mandalika Fashion Carnival ini melihatkan puluhan peserta. Termasuk Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, S.H.SIK.M.H., bersama sejumlah perwira di lingkup Polres Loteng turut ambil bagian. Tidak hanya itu, puluhan pelajar SMA di Kota Praya tidak mau kalah dengan peserta yang lain. Mereka bersama peserta yang lain mengikuti parade budaya dan karnaval hingga selesai.

“Kegiatan ini merupakan persembahan bagi masyarakat di daerah ini. sekaligus untuk menyemarakkan Festival Pesona Bau Nyale,” ungkap Plt. Bupati Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP.

Tampil dengan balutan busana berbagai bentuk dan warna, Mandalika Fashion Carnival membawa tema Putri Mandalika. Dalam lakon yang dibawa mengisahkan kisah pengorbanan sang putri yang rela mengorbakan diri dengan cara menceburkan diri ke laut untuk kemudian berubah menjadi nyale (cacing laut), lantaran bingung menentukan pilihan, pasangan hidupnya.

Disebutkan, Putri Mandalika merupakan anak dari Raja Tonjeng Beru. Sejak lahir sang putri memiliki paras serta perilaku yang nyaris sempurna, sehingga menarik minat dari sejumlah pangeran untuk mempersunting sang putri. Karena tidak ingin terjadi peperangan, lantaran para pangeran siap mengerahkan pasukanya untuk saling mengalahkan, maka sang Putri Mandalika akhirnya memilih untuk mengorbankan diri, sehingga peperangan yang dikhawatirkan terjadi, tidak sampai pecah.

Usai Mandalika Fashion Carnival, dilanjutkan dengan parade budaya yang diikuti perwakilan seluruh SKPD lingkup Pemkab Loteng. Sejumlah peserta luar Loteng juga turut ambil bagian. Salah satunya dari Kabupaten Kutai Timur Kalimantan Timur yang menampilkan tarian tradisional khas daerah setempat.

Para perwakilan kecamatan juga tidak mau kalah menampilkan atraksi budaya khas wilayahnya masing-masing, seperti atraksi presean sampai gendang beleq. “Mandalika Fashion Carnival ini sendiri melibatkan koreografi asal Kabupaten Jember Jawa Timur,” tambah Kapolres Loteng, AKBP Kholilur Rochman, S.H.SIK.M.H.

Pemkab Loteng merencanakan Mandalika Fashion Carnival sebagai agenda tahunan dan digelar setiap perayan Bau Nyale. Ke depan, pesertanya diharapkan bisa semakin banyak lagi. (kir)