Sepuluh Hotel Mulai Dibangun di KEK Mandalika

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 10 hotel akan mulai dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika tahun ini. Bahkan tujuh hotel di antaranya sudah dalam persiapan pembangunan fisik. Sementara tiga hotel di antaranya, masih menyelesaikan desain dan rancangan bangunan yang akan dibangun.

Demikian disampaikan General Affair KEK Mandalika I Gusti Lanang Bratasuta, kepada Suara NTB, Kamis, 15 Februari 2018. Ia menjelaskan ke tujuh hotel yang sedang dalam persiapan pembangunan fisik tersebut diantara Pullman Hotel, Royal Tulip dan Club Med. “Hotel yang sedang persiapan pembangunan fisik sudah lebih dulu menandatangani kontrak kerjasama dengan ITDC. Desainnya pun sudah disetujui oleh tim ahli. Sehingga bisa memulai pembangunan fisik,” terangnya.

 Sementara hotel yang masih tahap penyelesaian desain, karena investornya baru masuk tahun ini. Tetapi sudah menargetkan pembangunan fisik dimulai tahun ini juga. “Desainnya sedang dikaji. Supaya sesuai dengan regulasi yang ada di dalam KEK Mandalika,” imbuh Brata.

 Soal penataan kawasan Mandalika, untuk tahap awal sejauh ini capaiannya sudah 96 persen. Di mana ditargetakan, semua pembangunan tahap awal selesai pada Bulan Maret mendatang. seperti penataan kawasan Pantai Kuta serta pembangunan akses jalan masuk ke dalam KEK Mandalika.

 “Kalau untuk masjidnya sudah selesai. Tinggal penataan Pantai Kuta serta penataan jalan masuk KEK Mandalika,” tegasnya.

Sementara pemasangan paving block sepanjang Pantai Kuta, klaimnya, sudah bisa dikatakan tuntas dan tinggal menunggu penyelesaian pembangunan toilet berstandar internasional dan beberapa pekerjaan lainnya. Jika pembangunan ini sudah selesai, bisa diserahterimakan dari pihak rekanan ke pihak ITDC.

 Meski untuk pembangunan tahap awal belum tuntas, namun proses pembangunan tahap kedua tahun ini juga sudah dimulai, seperti pembangunan areal berjualan bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UMK) di sekitar kawasan. Itu artinya, para pedagang a tidak perlu lagi berjualan di pantai, karena banyak dikeluhkan wisatawan.

 Diakuinya, wisatawan menjadi kurang nyaman saat berwisata di kawasan Pantai Kuta, karena banyak pedagang asongan yang menjajakan produk. “Untuk area UKM saat ini sedang kontrak. Ditargetkan Bulan Juli mendatang sudah selesai dibangun. Untuk selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh pada pelaku UKM,” imbuhnya. (kir)