TGB Serukan Hindari Praktik Politik Kotor Raih Simpati Rakyat

0
10

Mataram (Suara NTB) – Mulai hari ini, Kamis, 15 Februari 2018 menjadi hari pertama masa kampanye Pilkada NTB 2018 dimulai. Masa kampanye akan menjadi ajang bagi para kontestan untuk beradu strategi, taktik dan siasat politi dalam merebut hati masyarakat agar memilihnya pada Pilkada serentak 27 Juni mendatang.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi,  mengimbau kepada semua pihak yang terlibat langsung dalam kontestasi Pilkada NTB 2018 ini, untuk menghindari praktik-praktik politik kotor untuk meraih simpati rakyat.

‘’Itu juga tadi saya sampaikan dalam pidato pengantar saya. Bahwa Pilkada ini adalah hajatan demokrasi lima tahunan kita. Pilkada damai haruslah, harus ada nawaitu dan komitmen dari seluruh yang terlibat untuk melahirkan kekuatan yang lebih kuat lagi untuk daerah kita. Tidak justru melemahkan dan memisahkan kita, tapi bisa menyatukan kita,’’  ucap gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB), saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat paripurna DPRD NTB, Rabu, 14 Februari 2018.

Menurut politikus Partai Demokrat ini, menyerukan pada semua pihak dan elemen masyarakat untuk mengedepankan ikatan persaudaraan dalam ajang perebutan kekuasaan kursi Gubernur NTB yang akan dia tinggalkannya. Ia berharap, ajang Pilkada ini bukan justru menjadi sekat pemisah antarkelompok masyarakat.

Baca juga:  Sepuluh Tahun TGB Pimpin NTB : Tantangan dan Membangun Kepercayaan Kolektif

‘’Kita haruslah kedepankan persaudaraan. Kan kita berjumpa dibanyak ruang sosial. Pilkada ini adalah salah satu ruang interaksi kita, jangan sampai karena satu ruang ini lalu ruang yang lain jadi rusak. Kalau setelah pencoblosan selesai, kita sudah tahu pemenangnya siapa. Ya kita kembali lagi semuanya,’’ ucapnya.

‘’Artinya, jangan nanti terlalu keras, menggunakan instrumen yang tidak terpuji. Lalu setelah selesai kita kesulitan kembali merajut persaudaraan kita. Ya (kampanye) yang proporsional lah, sewajarnya, kedepankan visi dan misi,’’ sambungnya.

Namun demikian, TGB sangat meyakini bahwa Pilkada NTB 2018 ini akan menjadi ajang untuk membawa perubahan NTB ke depan menjadi lebih baik dari masa pemerintahannya. Karena menurutnya, para kontestan yang akan berlaga ini, telah diketahui publik, merupakan para putra dan putri terbaik NTB.

‘’Tapi Insya Allah saya optimis, kalau melihat track record para kontestan ini, mereka akan membawa NTB lebih baik,’’ pungkasnya.

Sebelum, para peserta Pilkada NTB 2018, sudah menyepakati untuk melaksanakan ajang Pilkada ini dengan mengedepankan cara-cara yang terhormat. Dalam kegiatan silaturahmi  yang digagas Polda NTB baru-baru ini, semua pasangan calon telah berkomitmen untuk menjunjung tinggi kebersamaan dan persaudaraan selama ajang Pilkada.

Baca juga:  Tak Menjabat, TGB akan Kembali Mengajar dan Kampanyekan Jokowi-Ma’ruf

Tidak itu saja, bahkan para tim pemenangan paket pasangan calon yang kofirmasi Suara NTB, juga memiliki komitmen yang sama untuk mengedepankan adu gagasan dan visi misi selama ajang kampanye yang akan berlangsung mulai hari ini, 15 Februari sampai 23 Juni mendatang.

Pilkada NTB 2018, diikuti oleh empat paket pasangan calon . Masing-masing pasangan dari jalur independen, H. Moch. Ali BD – H. L. Gede Wirasakti (Ali-Sakti), kemudian dari jalur parpol, H. M. Suhaili FT – H. Muh. Amin (Suhaili-Amin), H. Ahyar Abduh – H. Mori Hanafi (Ahyar-Mori) dan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi).

Dalam masa kampanye, para tim sukses pasangan calon, diperkirakan akan bekerja keras secara total untuk meyakinkan para calon pemilih agar memilih jagoannya. Antar tim pemenangan  akan beradu taktik, strategi dan siasat politik untuk meraih suara masyarakat. (ndi)