Polres Mataram Bidik Proyek Alsintan

0
10

Mataram (Suara NTB) – Polres  Mataram membidik kasus baru, terkait dugaan tindak  pidana pada pengadaan alat mesin pertanian (Alsintan)  di Kota Mataram.  Proyek tahun 2016 itu bersumber dari APBD Provinsi NTB dan dikerjakan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Provinsi NTB.

‘’Proyek ini tahun 2016, menjadi bahan penyelidikan awal kami,’’ kata Kapolres Mataram,  AKBP Muhammad, SIK, Kamis, 11 Januari 2018 kemarin.

Penyelidikan dimulai Desember 2017 lalu. Tim Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Mataram sudah turun ke lapangan untuk penyelidikan awal. Saksi-saksi sudah diklarifikasi. ‘’Yang sudah diklarifikasi, saksi dari kelompok tani, tapi baru sebagian sudah kita klarifikasi,’’ tambah Kasat Reskrim Polres Mataram, Kiki Firmansyah,SIK.

Baca juga:  Kasus Marching Band, Auditor-Penyidik Turun Hitung Kerugian Negara

Gambaran disampaikannya, proyek Alsintan itu nilai anggarannya Rp 5,5 miliar untuk sejumlah daerah di NTB, termasuk Kota Mataram. Khusus kelompok tani di Kota Mataram, ada 216 kelompok penerima bantuan. Masing masing menerima satu unit alat pertanian.

‘’Jenisnya seperti hand tractor, kendaraan roda tiga dan pompa air. Jadi masing- masing kelompok itu menerima bantuan berbeda,masing masih satu alat,’’ jelas Kiki.

Gambaran lain disampaikannya, proyek ini diselidiki atas tindaklanjut informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan Alsintan tersebut. Karena laporan masuk, wajib bagi pihaknya untuk menindaklanjutinya  dalam rangka  proses pembuktian.

Baca juga:  Jaksa Awasi Proyek Penanganan Pascagempa Lombok

‘’Sekarang kita masih kerja keras kumpulkan data dan informasi lapangan,’’ tandasnya.

Proyek yang disebut komponen pascapanen itu, diawali dengan klarifikasi ke kelompok tani penerima. Namun  apa  yang temuannya, khususnya terkait persoalan pada fisik proyek, tak disebutkan.

‘’Ini  baru sebagian kami periksa kelompok tani. Soal ke saksi saksi lain, pihak Dinas Pertanian misalnya, kita akan selesaikan dulu proses di lapangan,’’ tandasnya. (ars)