Pantai Tanjung Aan yang Eksotis dan Penduduknya yang Ramah

0
97

Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di Pantai Tanjung Aan

Praya (Suara NTB) – Pantai Tanjung Aan merupakan salah satu pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Pantai ini berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Pasir putih dan pemandangan yang indah akan menghipnotis siapa saja yang datang berkunjung. Belakangan, semakin banyak rombongan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yang datang berkunjung.

Pantai dengan pemandangan eksotis ini memberikan kesan yang menarik. Karena bukan hanya panorama yang indah, namun airnya juga jernih. Tidak sedikit pula wisatawan yang datang menghabiskan waktu untuk berenang, berselancar ataupun sekadar mengambil gambar. Karena momen di pantai ini sangat sayang untuk tidak diabadikan.

“Pantainya bagus, suasananya juga menyenangkan. Wisatawan yang berkunjung ke Lombok wajib datang ke Pantai Tanjung Aan,” kata wisatawan asal Surabaya, Beny Prayogi.

Pantai ini membentuk setengah lingkaran dan berkelok serta dikelilingi oleh bukit-bukit. Sehingga keindahan menjadi lebih lengkap, sebab kombinasi antara pantai dan bukit sangat indah dipandang. Salah satu keunikan lain dari pantai ini yaitu butiran pasir yang lebih besar daripada pasir pantai pada umumnya. Pasir berbentuk seperti merica ini menjadi saya tarik tersendiri bagi wisatawan. Sebab ketika wisatawan menyusuri pantai tanpa menggunakan alas kaki, wisatawan akan diberikan sensasi yang berbeda.

“Orang-orangnya juga ramah-ramah. Memang pantai yang indah, dan saya sangat merekomendasikan siapa saja untuk datang ke pantai ini,” ujarnya.

Sejumlah wisatawan tengah menikmati suasana dan pemandangan Pantai Tanjung Aan

Pantai ini juga merupakan salah satu pantai favorit bagi peselancar. Ombaknya yang terbilang cukup besar menjadikan wistawan menjadikannya sebagai spot unggulan untuk berselancar. Terlihat beberapa peselancar tengah bermain dengan cantik menggunakan papan yang banyak disewakan oleh masyarakat setempat.

Untuk dapat menikmati keindahan Pantai Tanjung Aan, wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 5 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 10 ribu untuk roda empat. Ketika memasuki area sekitar pantai, wisatawan akan disuguhkan dengan pemandangan alam dan beberapa fasilitas destinasi yang telah dibuat. Misalnya brugak (gazebo), ayunan dan lain-lain.

Kendati menjadi salah satu pantai favorit wisatawan, namun tidak sedikit pula wisatawan yang merasa kurang nyaman. Hal itu disebabkan masih banyaknya pedagang asongan dan pedagang aksesori yang menjajakan dagangannya. Wisatawan merasa dipaksa untuk membeli karena diikuti kemanapun ia pergi.

Sejumlah perahu milik warga setempat yang siap mengantar wisatawan berwisata ke berbagai pulau terdekat dari Tanjung Aan

“Memang banyak pedagang asongan. Anak-anak juga banyak yang jualan. Kadang kasihan, tapi gimana ya, sudah terganggu. Kalau beli satu juga semua mau dibeli, gitu kata teman saya,” akunya.

Selain itu, tersedia pula jasa untuk mengantar wisatawan ke destinasi lain menggunakan perahu. Misalnya ke Pantai Batu Payung. Hanya dengan Rp 100 ribu, wisatawan akan diantar berkeliling beberapa pulau kecil yang ada di sekitar Tanjung Aan.

“Pas baru datang itu sudah ada yang nawarin jasanya untuk mengantar ke pantai atau pulau lain. Tapi mereka tidak memaksa, kalau kita bilang tidak mereka langsung pergi,” ujarnya.

Meski demikian, Beny mengaku sangat menikmati waktu berliburnya di Pantai Tanjung Aan. Ia bahkan mandi dan bermain kano bersama rekannya. Ia berharap bisa mengajak lebih banyak lagi rekan dan keluarganya untuk berkunjung.

Setelah itu, ia naik di bukit kecil yang ada di Pantai Tanjung Aan. Di bukit ini biasanya wisatawan menghabiskan waktu untuk mengambil gambar. Sebab panorama Pantai Tanjung Aan secara keseluruhan dapat dilihat dari puncak bukit dengan ketinggian enam meter ini. (lin)