Segarnya Air Terjun Titian Batu Kawangan

Mataram (Suara NTB) – Air Terjun Titian Kawangan berada di Kabupaten Lombok Tengah menyajikan kesegaran yang alami. Bagi wisatawan yang mungkin merasa bosan berkunjung ke pantai, air terjun ini merupakan salah satu alternatif destinasi wisata yang dapat dikunjungi.

Air terjun ini berada di Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara. Memang tidak banyak yang berkunjung ke air terjun ini, karena belum dimasukkan dalam paket wisata oleh para pelaku pariwisata.

Waktu tempuh menuju air terjun ini dari Kota Mataram sekitar 2,5 jam menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Wisatawan disarankan menggunakan kendaran roda dua agar lebih mudah mengakses air terjun ini. Jalur yang dilalui dari Desa Lantan menuju kawasan wisata Titian Batu Kawangan merupakan jalan tanah yang licin dan berdebu. Di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara ini terdapat 9 air terjun yang dapat dikunjungi, salah satunya Air Terjun Titian

Batu Kawangan ini.

Baca juga:  Ironi Ikon Wisata Dunia, Gili Trawangan Tak Punya Toilet Representatif

“Saat sampai, semua lelah terbayar. Memang air terjunnya tidak terlalu tinggi dan airnya tidak terlalu deras, tapi suasananya itu sangat menyegarkan,” ujar wisatawan asal Kota Mataram Ririn, di Mataram, Selasa, 12 Desember 2017.

Meski demikian, ia menyayangkan di destinasi ini tidak ada fasilitas apapun. Sehingga mengurangi kenyamanan wisatawan yang berkunjung. Kendati wisatawan masih bisa menikmati suasana dan keindahan alam di air terjun ini.

Baca juga:  Pelabuhan Baru, Paket Tur Kapal Pesiar Belum Terstruktur

“Memang tidak ada apa-apa karena belum ditata oleh pemerintah. Tapi kita masih bisa menikmati suasananya yang menyegarkan dan bisa foto-foto dengan latar air terjunnya,” ujarnya.

Wisatawan hanya dapat menjangkau air terjun ini dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh kurang lebih 25 menit dari parkiran motor. Air terjun ini juga sering disebut dengan Air Terjun Tete Batu oleh masyarakat sekitar. Wisatawan juga akan disambut dengan keramahan penduduk sekitar yang memang sudah terbiasa dengan kedatangan wisatawan. (lin)