Hotel Diminta Berikan Diskon 50 Persen Bagi Wisatawan yang Masih Tinggal di Lombok

Mataram (suarantb.com) – Erupsi Gunung Agung sempat mengakibatkan aktivitas transportasi udara di Lombok terganggu, dengan ditutupnya Lombok International Airport (LIA). Atas dasar pertimbangan adanya wisatawan yang ‘terjebak’ di Lombok, karena penerbangan dibatalkan. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal meminta perhotelan  untuk memberikan diskon, bagi wisatawan yang memperpanjang masa tinggal.

“Hotel berlakukan diskon 50 persen dari harga rate terendah. Itu khusus untuk wisatawan yang masih stay di sini, maupun mereka yang dari Bali ke sini. Mereka bermasalah di Bali, kemudian mereka ingin memperpanjang masa tinggal di Lombok kita bisa fasilitasi itu,” ujarnya, Sabtu, 2 Desember 2017.

Buka tutup LIA dan Bandara I Gusti  Ngurah Rai di Bali dijelaskan Faozal berpengaruh pada angka kunjungan wisawatan ke NTB. Target kunjungan sebesar 3,5 juta untuk tahun 2017 yang ditetapkan Dinas Pariwisata NTB dikhawatirkan tidak tercapai.

“Kita mengejar target menuju 3,5 juta wisatawan di libur panjang. Jumat, Sabtu dan Minggu ini adalah long weekend yang kita harapkan menuju ke tahun baru. Nah sekarang bermasalah kita di long weekend ini,” katanya.

Diakui Faozal hingga kini, dari target 3,5 juta tersebut baru tercapai sekitar 3,2 juta angka kunjungan wisatawan. Sementara itu akibat letusan Gunung Agung, ribuan kamar hotel yang telah dipesan di Lombok menurut data dari Indonesian Hotel General Manager Association (IHMGA), melalui Wakil Ketua IHMGA Chapter Lombok, Ernanda Agung tercatat ribuan kamar dibatalkan.

Melihat kondisi ini, Faozal berharap erupsi Gunung Agung tidak berlangsung lama. Sehingga kedua bandara bisa segera beroperasi normal pekan mendatang. Sebab, ia menargetkan di bulan Desember angka kunjungan tersebut bisa tercapai.

“Kita berharap jangan berlama-lama. Kalau minggu depan sudah dibuka bandaranya, tahun baru kita selamat. Kita berharap Desember bisa kita kejar target, mudah-mudahan yang cancel sekarang ini, tahun baru terisi,” sahut Faozal. (ros)