Erupsi Gunung Agung, Dispar Khawatirkan Target Kunjungan Wisatawan ke NTB

Mataram (suarantb.com) РPenutupan Lombok International Airport (LIA) dan buka tutup Bandara I Gusti  Ngurah Rai Bali berpengaruh pada angka kunjungan wisawatan ke NTB. Target kunjungan sebesar 3,5 juta untuk tahun 2017 yang ditetapkan Dinas Pariwisata (Dispar) NTB dikhawatirkan tidak tercapai.

“Kita mengejar target menuju 3,5 juta wisatawan di libur panjang. Jumat, Sabtu dan Minggu ini adalah long weekend yang kita harapkan menuju ke tahun baru. Nah sekarang bermasalah kita di long weekend ini,” ujar Kepala Dispar NTB, Lalu Mohammad Faozal, Kamis, 30 November 2017.

Diakui Faozal hingga kini, dari target 3,5 juta tersebut baru tercapai sekitar 3,2 juta wisatawan. Sementara itu akibat letusan Gunung Agung, ribuan kamar hotel yang telah dipesan di Lombok menurut data dari Indonesian Hotel General Manager Association (IHMGA), melalui Wakil Ketua IHMGA Chapter Lombok, Ernanda Agung tercatat 2.874 kamar dibatalkan.

Baca juga:  Gubernur NTB Jadi Anggota Kehormatan Bikers Brotherhood

Ditambah dengan kondisi dua bandara tersebut, salah satunya Bandara I Gusti Ngurah Rai dimana penerbangan internasional masih belum beroperasi. Padahal bulan-bulan ini merupakan puncak musim liburan bagi wisatawan mancanegara.

“Ini adalah peak season untuk mancanegara, makanya kita masih berharap di Bali. Tapi international airlinenya belum landing di sana, seperti Jetstar itu. Mereka belum memutuskan untuk terbang ke Bali yang dari Australia itu. Jadi walaupun sudah dibuka, baru domestik aja yang di Bali itu,” paparnya.

Baca juga:  Bank Indonesia Sarankan Pasar Wisatawan Australia Digenjot

Melihat kondisi ini, Faozal berharap erupsi Gunung Agung tidak berlangsung lama. Sehingga kedua bandara bisa segera beroperasi normal pekan mendatang. Sebab, ia menargetkan di bulan Desember angka kunjungan tersebut bisa tercapai.

“Kita berharap jangan berlama-lama. Kalau minggu depan sudah dibuka bandaranya, tahun baru kita selamat. Kita berharap Desember bisa kita kejar, mudah-mudahan yang cancel sekarang ini, tahun baru terisi,” sahut Faozal. (ros)