Tutup Munas dan Konbes NU, Wapres JK Sanjung Arsitektur Masjid di NTB

Mataram (suarantb.com) – Setelah Kamis lalu, Presiden RI, Joko Widodo berkunjung ke Lombok, kali ini giliran Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla yang tiba di Lombok. Tepat pukul 12.30 WITA hari ini, Sabtu, 25 November 2017 pesawat kepresidenan mendarat di Lombok Internasional Airport (LIA). Kedatangan JK disambut langsung Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

Dalam kunjungannya kali ini, JK hadir untuk menutup secara resmi Munas Alim Ulama dan Konbes PBNU di Pondok Pesantren Darul Quran Bengkel, Lombok Barat. Di hadapan ribuan jemaah NU yang hadir, JK menceritakan berbagai pencapaian pembangunan di Indonesia dalam puluhan tahun terakhir.

“Dalam 20-30 tahun terakhir kita harus syukuri apa yang kita capai. Rasa syukur kita khususnya tentang keislaman di Indonesia yang berkembang luar biasa. Kemakmuran bangsa juga berkembang dengan baik,” ujarnya.

Politisi Golkar ini menyebutkan dari sisi keislaman Indonesia telah berkembang dengan pesat. Salah satunya dengan berdirinya ratusan ribu masjid dan musala di Indonesia. Termasuk di Nusa Tenggara Barat yang memiliki banyak masjid dengan arsitektur indah.

“Dari sisi keislaman perkembangan bisa dilihat dari berbagai cara, saya sebagai Ketua Dewan Masjid bisa menyebutkan ada 800 ribu masjid dan musala di Indonesia. Sekarang juga beda, dulu cuma di pesantren orang berjilbab, sekarang sekolah umum juga ada,” katanya.

Terkait aliran radikalisme yang menjadi salah satu materi yang dibahas dalam Munas dan Konbes NU tersebut, JK menyatakan tantangan terbesarnya ada pada pola pikir masyarakat. Yakni hanya berpikir tentang surga, dan bagaimana jalan pintas masuk surga. Termasuk diantaranya aksi pengeboman yang baru-baru ini terjadi di salah satu masjid di Mesir.

“Tantangan radikalisme itu pikiran masyarakat yang berlebihan, pikirannya cuma satu yaitu surga. Ingin jalan pintas masuk surga. Kenapa orang mau bunuh diri, karena mereka mencari surga secara cepat, instan,” tandasnya. (ros)