Menpar akan Bangun Ratusan “Homestay” di KEK Mandalika

Mataram (suarantb.com) – Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menyampaikan rencana akan membangun ratusan homestay di kawasan KEK Mandalika. Hal tersebut  disampaikan  saat kunjungan ke Lombok, Jumat, 17 November 2017.

“Model untuk homestay dan restauran dengan arsitektur nusantara gaya NTB sudah ada gambarnya, sudah kita lombakan. Untuk homestaynya ada tiga tipe, restauran juga tiga tipe,” jelasnya.

Arief menjelaskan dari ribuan hektar lahan KEK Mandalika, telah disediakan 15 hektar lahan untuk pembangunan homestay. Jika homestay dibuat dengan ukuran kecil dan berjarak rapat-rapat, diperkirakan 1 hektar lahan bisa dimanfaatkan untuk 70 homestay.

“Menurut Pak Kadis di sebelah kawasan ada lahan 15 hektar. Tanahnya sudah saya putuskan tanah pemda, karena anggaran yang pertama ini datangnya dari APBN. APBN itu hanya bisa digunakan untuk membangun tanah pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” katanya.

Estimasi harga satu buah homestay diutarakan Arief sekitar Rp 200 juta, dengan pertimbangan agar masyarakat sekitar bisa ikut memilikinya dengan cara membeli. Diutamakan masyarakat Lombok, khususnya warga Desa Kuta bisa memiliki homestay tersebut. Namun, sistem pengelolaan tidak akan diserahkan pada pemilik, melainkan menggunakan sistem korporasi. Sehingga pemilik akan mendalat jatah keuntungan berupa dividen.

“Kita jangan sok jago mengelola sendiri, model pengelolaannya korporasi, pemilik tidak mengelola sendiri. Kecuali memang ada anggota keluarga yang sudah ada jaminan bisa mengelola. Nanti sistemnya mau seperti AirBnB atau bagaimana saya bisa bantu, gampang buat saya,” sahut Arief lagi.

“Pokoknya kita utamakan pembelinya dari desa yang bersangkutan, kalau misalkan desa lain mau kita berikan standar-standar arsitekturnya seperti ini, manajemennya seperti ini. Satu homestay ukuran 36 bisa dua kamar, kalau dua kamar masyarakat di Lombok ini bisa bayar dengan cicilan,” lanjutnya. (ros)