Melawan Polisi, Gembong Perampok Sekaroh Tewas Diterjang Peluru

Mataram (Suara NTB) – Polres Lombok Timur menembak mati Disah alias Amaq Ndistin (33), Rabu, 1 November 2017 sore. Buronan polisi itu diduga otak perampokan di Dusun Telone, Sekaroh, Lombok Timur Mei lalu. Saat itu korbannya meregang nyawa.

Kapolres Lombok Timur, AKBP. M. Eka Fathurahman menjelaskan, pelaku ditangkap di Dusun Selaparang, Kecamatan Suela, Lombok Timur sekitar pukul 15.00 Wita.

“Saat dilakukan penangkapan pelaku melawan dan menyerang anggota dengan menggunakan senpi rakitan sehingga dilakukan tembakan melumpuhkan kepada pelaku,” ujarnya dikonfirmasi suarantb.com, petang tadi.

Ironis bagi Disah yang memiliki alias Budi alias Obet alias Anto. Pria asal Dusun Peras, Desa Kidang, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah itu tewas dalam perjalanan evakuasi ke rumah sakit.

Disah memimpin perampokan di Dusun Telone, Sekaroh, 30 Mei 2017 dini hari, saat itu bertepatan dengan Bulan Ramadhan 1438 H. Disah adalah otak perampokan yang menewaskan Amaq Jon, si pemilik rumah.

“Dia ini otak pelaku yang menganiaya korban menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia,” terangnya. Aksi Disah itu memudahkan 13 kawannya untuk merampok toko korban dengan nilai kerugian mencapai Rp 300 juta.

Dari total 14 pelaku, empat pelaku lain yang sudah ditangkap sebelumnya sudah dihukum hakim. Masih ada sembilan orang lagi yang menjadi buronan dan masih pengejaran. (why)