Tahapan Pilkada NTB 2018 Dimulai

Mataram (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTB resmi menabuh, gong tanda tahapan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018 dimulai, Sabtu, 28 Oktober 2017 malam lalu, di Mataram. Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur resmi akan dilaksanakan serentak pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Peluncuran tahapan Pilkada NTB 2018, itu dihadiri oleh Komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi, seluruh Komisioner KPU NTB, KPU Kabupaten/Kota, dan dari Bawaslu NTB. Selain itu ikut hadir juga Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno.

Dari unsur pemerintah daerah, hadir Sekretaris Daerah, H. Rosiady Sayuti, mewakili Gubernur NTB yang berhalangan hadir. Dari kepolisian hadir, Karo Ops Polda NTB, Kombes Pol Dewa Putu Maningkajaya. Dari partai politik hadir, Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, serta salah seorang bakal calon Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid.

Dalam sambutannya, Ketua KPU NTB, Lalu Aksar Ansori menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan sebaik-naiknya kepada seluruh perserta dengan profesional dan integritas serta independen dalam pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan gubernur NTB.

Baca juga:  Belum Ada Gugatan PHP Kepada KPU NTB

“Oleh karena itu tentu kami berharap dari perserta pemilihan, agar kita bisa bermitra, dari seluruh rangkaian untuk mengawal bersama-sama,” sebutnya.

“Kami juga memiliki kewajiban memberikan penjelasan sedetailnya, meberikan pelayanan secara adil dan setara. Olah karena itu kami mengajak semua komponen masyarakat menjadi bagian dalam pilkada ini. Dan bersama-sama menciptakan tahapan pemilihan yang berintegritas, jangan sampai soal adminstratif, prosedur dan subtantif yang akan melukai Pilgub NTB,” sambungnya.

Sementara dalam sambutan Gubernur NTB yang diwakili Sekretaris Daerah, Ir. Rosiady Sayuti menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung KPU untuk mensukseskan pelaksanaan pilkada NTB 2018. Salah satu bentuk dukungan langsung dari pemerintah daerah yakni pembiyaan Pilkada.

“Saya dapat bisikan mengapa dipakai kata peluncuran, supaya TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) tidak lupa meluncurkan anggaran Pilkada 2018. Maka saya katakan anggarannya sudah siap. Saya ditugaskan sebagai Ketua TAPD, Insya Allah aman,” ujar Rosiady, yang disambut dengan tepuk tangan dari peserta peluncuran yang hadir.

Pada kesempatan itu, Rosiady menyampaikan bahwa makna dari Pilkada adalah untuk mencari sosok pemimpin yang berkualitas. Oleh karena itu, dari tahapan pelaksanaan Pilkada, diharapkan dapat menghasilkan pemimpin  yang berkualitas untuk menyelenggarakan kesejahteraan masyarakat NTB.

Baca juga:  Belum Ada Gugatan PHP Kepada KPU NTB

“Sehingga imbas dari sumber dana yang kita kontribusikan adalah dengan hadirnya sosok pemimpin yang ideal untuk memimpin masyarakat. Itulah yang mulai kita laksanakan di Pilkada 2018. Dalam perjalanan yang agak panjang dan banyak tantangan dalam mencari pemimpin ini, namun dengan kebersamaan kita semua, semua itu dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Sedangkan komisioner KPU RI, Pramono Ubaid Tanthowi yang hadir dalam peluncuran tersebut menjelaskan bahwa Pilkada merupakan ajang kompetisi politik untuk memperbutkan jabatan politik. Oleh karena kompetisi, maka akan ada persaingan dan pertarungan. Untuk itu pilkada sangat rawan terjadi konflik.

“Untuk itulah pemilu hadir untuk mengatur persaingan itu dengan koridor demokrasi dan aturan hukum. Kalau itu tidak ada, maka persaingan politik itu bisa berubah menjadi anarkis, itu pasti. Oleh karena itulah kami meminta pada seluruh jajaran pemilu, harus bekerja penuh profesional dan berintegritas,” ujarnya. (ndi)