Menghilangkan Penat di Air Terjun Jaran Kurus

Giri Menang (suarantb.com) – Penat dengan kesibukan dan hiruk pikuk Kota Mataram, membuat ingin sejenak menikmati akhir pekan dengan mengunjungi wisata air terjun. Namun, jarak yang jauh dari ibukota Provinsi NTB kadang membuat enggan. Karena akan banyak memakan waktu perjalanan.

Tapi tak perlu risau. Bagi warga Kota Mataram yang ingin sekedar mandi di bawah tumpahan air terjun, bisa mengunjungi air terjun Jaran Kurus di Desa Pakuan Kecamatan Narmada Lombok Barat. Lokasinya tidak begitu jauh dari Mataram. Dapat ditempuh dalam waktu 30-40 menit dengan kendaraan roda dua.

Tak perlu bingung akan kesulitan menemukan letak air terjun ini. Karena jalan masuk ke air terjun terletak tepat di depan Musala Ridwan atau Masjid Pakuan, yang terkenal dengan arsitektur khas cina.

Pengelola Musala Ridwan dan Air Terjun Jaran Kurus, Sakral menjelaskan wisata air terjun ini baru resmi dibuka sejak dua bulan lalu. Banyaknya warga yang datang berkunjung, membuat warga secara swadaya mencetuskan ide pengembangan air terjun ini sebagai salah satu destinasi wisata di Desa Pakuan.

“Biasanya orang datang ke Musala Ridwan dulu, baru mandi di air terjun itu. Banyak warga yang datang buat mandi, apalagi pas hari libur tambah ramai. Bisa sampai ratusan orang,” jelasnya.

Untuk memudahkan pengunjung, jalan setapak dan sejumlah tangga pun dibuat warga. Atas sumbangan H Maliki, pendiri Musala Ridwan, Sakral mengatakan jalan

menuju air terjun dipasangi bronjongan.

Untuk sampai di air terjun, pengunjung hanya berjalan sejauh 300 meter melewati pinggiran sungai yang airnya jernih. Meski setinggi 4-5 meter, air terjun Jaran Kurus ini cukup deras. Airnya pun sangat jernih. Sehingga nikmat untuk sekedar berendam dan relaksasi di bawah siraman dua pancuran air terjun.

Untuk mengembangkan wisata ini, Sakral mengaku masyarakat dibantu aparat desa telah mengajukan proposal bantuan dana pada pemerintah daerah. “Kita sudah kirim surat, tapi belum tahu hasilnya. Kalau yang buat tangga itu semua kita pakai dana swadaya, cuma sekarang sudah habis. Kita pinginnya bisa perlebar jalannya, supaya lebih banyak yang bisa lewat,” akunya.

Mengenai nama Jaran Kurus, Sakral mengaku telah ada sejak zaman dulu kala. Sehingga, tidak diketahui alasan mengapa nama tersebut yang digunakan untuk menamai air terjun tersebut.

Salah seorang pengunjung, Dini, mengaku cukup puas menghabiskan waktu bermain air dan berfoto ria di sekitar air terjun ini. “Bagus sih, airnya bersih, enak buat mandi dan main air. Jaraknya juga nggak jauh dari Mataram. Nggak nyesel datang ke sini,” katanya.

Jika hendak berkunjung ke air terjun Jaran Kurus, disarankan membawa bekal. Pasalnya, tidak ada warung atau pedagang di sekitar lokasi. Saat akan masuk, pengunjung pun hanya dikenai tarif Rp 2 ribu per orang. Selamat berlibur! (ros)