Begini Reaksi Warganet Soal Keberadaan Ojek di Rinjani

Mataram (suarantb.com) – Keberadaan ojek di Gunung Rinjani yang melayani para pendaki menuai beragam reaksi dari warganet. Sejumlah akun di Instagram pun mengunggah foto terkait keberadaan ojek tersebut.

Salah satunya akun ded_okay, yang mengunggah tulisan, Jangan mendaki ke Rinjani, Nanti Ditabrak Ojek. “REKAN-REKAN PENDAKI. Saya sarankan, Stop mendaki ke Rinjani, Biar mereka Sadar kita tidak nyaman dan marah dengan kondisi ini,” tulisnya disertai foto sebuah motor yang terlihat membawa penumpang, yang diduga adalah salah satu ojek yang beroperasi di Rinjani.

Selain akun tersebut, akun yang kerap mengunggah foto berkaitan dengan Gunung Rinjani, yaitu rinjanitrekker juga mengunggah kiriman serupa. “Permisi… numpang lewat foto ojek yg membawa penumpang melewati pendaki yang telah berjalan kaki,” tulisnya pada kiriman tertanggal 7 September 2017.

Baca juga:  Rinjani Puluhan Kali Alami Gempa Vulkanik

Kiriman ini pun menuai banyak komentar dari warganet. Akun dwiyana.syahputri menuliskan ketidaksetujuannya atas keberadaan ojek tersebut. “Saya ke Rinjani bukan untuk hirup asap rokok atau motor,” katanya.

“Kalau ada cerita ojek tabrak pendaki kayaknya seru to,” komentar akun vbachri_.

Ditimpali pula oleh akun illona.sandra. “Kalau gak mau capek gak usah naik gunung. Apaanlah bisa-bisanya ada ojek sampai sana.. bikin geram je tengoknya,” serunya.

Menyikapi keberadaan ojek ini, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Raden Agus Budi Santosa menyatakan pihaknya tengah mencari solusi. “Sempat kemarin kita ketemu sama mereka, dan tadi malam juga kita ketemu dengan mereka di kantor resort kami. Sekarang sedang dalam proses untuk mencari solusi,” ujarnya dihubungi suarantb.com, Senin, 11 September 2017.

Baca juga:  Rinjani Puluhan Kali Alami Gempa Vulkanik

Agus menyatakan tidak bisa sekonyong-konyong menyatakan penolakan maupun persetujuan, meski ojek tersebut saat ini beroperasi tanpa izin BTNGR. “Kita tidak bisa langsung bilang iya dan tidak, kan tidak bisa. Kita harus dengar omongan orang dulu, kita dengar maunya seperti apa,” katanya.

Menurut Agus, jumlah ojek yang beroperasi di kawasan Rinjani tersebut sekitar 13 ojek. Memang ada keributan yang timbul akibat keberadaannya, seperti keluhan menyerempet pendaki hingga menggeser batas taman nasional, karena mencari jalan. Tujuan warga menyambi sebagai ojek ini oun masih enggan dijelaskan Agus, ia meminta diberi waktu untuk mencari pemecahan dari masalah ini.

“Makanya ini sedang saya proses, bisa ditunggu satu dua hari biar saya bereskan dulu. Supaya saya juga komentarnya bisa lengkap,” tambahnya. (ros)