KLU Ajukan Biaya Pembangunan Dermaga Trawangan Rp 80 Miliar

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten  Lombok Utara (KLU) mengajukan usulan pembangunan dermaga Trawangan ke pemerintah pusat. Dermaga kelas I diharapkan terealisasi pada tahun 2018 mendatang.

Diungkapkan Kepala Dishublutkan Lombok Utara Agus Tisno, S.Sos., Senin, 4 September 2017,  pihaknya telah menyampaikan usulan tersebut sejak tahun 2015 lalu. Posisi dokumen yang diajukan itu masih dalam pembahasan APBNP 2017 di DPR RI. Nominal yang diajukan pun tak tanggung-tanggung, yaitu mencapai Rp 80 miliar.

“Sudah diajukan kami sedang menunggu terakhir informasinya akan direalisasikan tahun depan,” ungkapnya.

Sebagai destinasi wisata utama di Lombok Utara praktis Gili Trawangan menjadi perhatian penuh pemerintah dalam alokasi pembangunan. Pasalnya, diketahui wacana penerapan satu pintu yang hingga kini belum juga teralisasi menjadi penyebabnya. Belakangan diketahui jika masyarakat (khususnya pengusaha kapal cepat) meminta segala fasilitas dilengkapi. “Ini untuk menyediakan sarana itu, karena kalau ditampung semua di Teluk Nara kan tidak bisa,” terangnya.

Dari total anggaran senilai Rp 80 miliar tersebut nantinya dermaga di Gili Trawangan akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Misalnya seperti ruang tunggu, tempat sandar kapal yang representatif, hingga pos pemantau untuk menjual tiket maupun menarik retribusi bagi daerah. Namun sekali lagi, hal itu masih tergantung sejauh mana pembahasan usulan anggaran itu di tingkat pusat. “Bagus fasilitasnya nanti lengkap, tetapi kalau disetujui. Yang jelas kita intens komunikasi,” kata dia.

Sembari menunggu kepastian anggaran yang akan digelontorkan, pihaknya dalam waktu dekat akan membenahi dermaga apung atau jetty yang kondisinya dinilai tidak layak. Pembenahan itu merujuk pemasangan kayu di bagian pinggir supaya tidak mudah tercecer jika diterjang badai. “Itu di pinggir-pinggir kayunya sudah keropos, makanya diperbaiki. Kemarin bupati yang minta, dan anggaran sudah disiapkan sekitar Rp 5 juta,” jelasnya.

Menyoal di Gili Meno yang selama ini belum memiliki sarana bersandarnya kapal, tahun 2018 juga akan dipastikan dibangun dermaga menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Nominalnya diperkirakan mencapai Rp 10 miliar. Untuk Gili Air pada tahun ini bahkan sudah mulai ada aktivitas pembangunan. “Meno tahun depan kita ajukan kemarin Rp 10 miliar. Yang tahun ini di Gili Air sumbernya juga dari DAK. Pelan-pelan yang penting jalan, kalau semua pakai APBD tidak mungkin, bisa gempor kita,” pungkasnya. (ari)