Pasar Mandalika Jadi Favorit Wisatawan Asing

0
115

Mataram (Suara NTB) – Walaupun sumber daya alam di Kota Mataram yang dapat dijadikan objek wisata tidak sekaya kabupaten lainnya di Pulau Lombok, namun kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik di kota ini tak pernah sepi. Bahkan Dinas Pariwisata Kota Mataram mengklaim kunjungan telah mencapai sekitar 800 ribu hingga akhir Juli. Salah satu tempat yang menjadi favorit wisatawan khususnya wisatawan asing di Kota Mataram ialah Pasar Mandalika.

Wisatawan asing tertarik blusukan ke pasar tradisional ini untuk melihat interaksi sosial masyarakat lokal. Selain tentunya berbelanja bahan makanan atau bumbu dapur yang tak bisa ditemui di negaranya. Sebagaimana disampaikan wisatawan asal Belanda, William kepada Suara NTB, Jumat, 4 Agustus 2017 ditemui di Pasar Mandalika.

William mengaku tertarik berkunjung ke pasar tradisional karena pasar merupakan tempat non turistik, yang jarang dikunjungi para pelancong. “Saya ingin melihat sesuatu yang benar-benar ciri khas Lombok. Ini lebih rill dibanding objek wisata turistik yang ada di Lombok,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, berkunjung ke pasar tradisonal ialah hal yang sangat menarik. Ia bisa berinteraksi langsung dengan para pedagang. “Kami bisa lihat para pedagang sayur, pedagang beras yang ramah. Setiap orang yang saya temui sangat ramah dan ceria. Juga banyak barang yang bagus. Sangat menarik,” jelasnya. Sayur, buah, dan bumbu yang dijual juga menurutnya sangat segar dan murah. Menurutnya pasar tradisional di sini berbeda dengan di negaranya. Termasuk juga barang yang dijual. “Kalau di sana banyak keju, ikan, apel,” ujarnya.

William mengaku baru pertama kali datang ke Lombok dan menginap di wilayah Mangsit, Lombok Barat. Ia datang bersama istrinya, Colette. Colette menyebutkan barang yang dibeli yaitu merica, gula merah, pisau, dan kipas untuk membakar sate.

Kepala Pasar Mandalika, Ismail mengaku setiap hari selalu saja ada wisatawan asing yang berkunjung ke Pasar Mandalika. Mereka kebanyakan berasal dari Eropa dan sesekali ada juga dari Asia seperti Jepang dan Korea. “Kalau setiap hari pasti ada. Dari Eropa yang paling banyak biasanya dari Prancis, dari Belgia,” ujarnya. Dalam sebulan, ada puluhan wisatawan asing yang berkunjung ke Pasar Mandalika. “Dalam sebulan lebih dari 30-an karena setiap harinya biasanya lebih dari dua orang,” ujarnya.

Menurutnya yang membuat wisatawan tertarik berkunjung ke pasar karena bisa berinteraksi langsung dengan warga lokal. Ismail juga mengaku kerap menemani langsung wisatawan asing keliling pasar. Tak jarang juga mereka berbelanja khususnya rempah-rempah maupun jajanan tradisional. Karena banyaknya wisatawan asing yang berkunjung, Ismail kemudian mulai belajar Bahasa Inggris sehingga bisa menjelaskan berbagai hal tentang Pasar Mandalika kepada wisatawan. (ynt)