Wisman di Lakey Dipenuhi Pencinta Kitesurfing

Pemerintah Didorong Perhatikan Petugas Penyelamat Pantai

Dompu (Suara NTB) – Lakey Dompu cukup dikenal hingga mancanegara dengan keindahan ombaknya untuk olah raga surfing dan kitesurfing. Kitesurfing yang mengandalkan angin dan papan selancar saat ini sedang menjadi tren di Lakey hingga tiga bulan kedepan. Pemerintah daerah (Pemda) pun didorong memperhatikan petugas penyelamat pantai (Lifeguard) yang belum maksimal di destinasi unggulan ini.

M. Ali, pelaku pariwisata Lakey kepada Suara NTB di Lakey Huu, akhir pekan kemarin, mengakui saat ini sedang ramai – ramainya tamu wisatawan mancanegara pecinta kitesurfing. Karena saat ini, angin sedang bagus untuk kitesurfing hingga 3 bulan kedepan. “Di penginapan saya sekarang sudah penuh oleh tamu yang main kitesurfing,” katanya.

Pantai Nangas yang berada di jalan kembar Lakey menjadi tempat bermain kitesurfing, sehingga para pencinta kitesurfing memilih menginap di penginapan sekitar daerah setempat. Tingginya kunjungan pencinta kitesurfing menjadi berkah bagi pelaku wisata di Lakey, karena rata – rata masa nginapnya antara 2 pekan hingga 1 bulan lebih.

“Mereka menginap sampai 1 bulan. Paling cepat 2 pekan mereka tinggal,” akunya.

Baik olah raga surfing maupun kitesurfing yang menjadi andalan destinasi pariwisata Lakey, M Ali berharap, pemerintah memperhatikan petugas penyelamat pantai. Di Lakey, tenaga Lifeguard tidak banyak karena kurangnya perhatian dari pemerintah.

“Lifeguard di sini, mereka digaji Rp 400 ribu per triwulan. Bagaimana mereka betah? Makanya kita sangat berharap agar petugas Lafeguard bisa dinaikan insentifnya,” ungkapnya.

Baca juga:  Tetapkan 99 Desa, Tahun Ini Pemprov Awali dengan 20 Desa Wisata

Selain itu, Ali juga berharap pemerintah juga memperhatikan akses jalan kembar yang sudah cukup memprihatinkan. Akses jalan yang dulu diaspal, kini kondisinya sudah berlubang dan bergelombang. Dengan semakin ramainya tamu yang berkunjung ke Lakey, penataan drainase dan akses jalan juga sedianya dapat ditata dengan baik oleh pemerintah.

“Aspal ini mungkin bisa diperbaiki pemerintah untuk masa – masa akan datang,” harapnya.

Kepala bidang Promosi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Dompu, Dr Nuril Furkan, M.Pd pada kesempatan terpisah, mengakui, tingkat kunjungan wisatawan di Lakey yang menjadi destinasi unggulan daerah sedang ramainya. Kondisi ini tidak lepas dari intensnya promosi yang dilakukan, karena promosi Lakey juga dilakukan oleh pemerintah pusat dan provinsi.

Kepala Bidang Promosi Pariwisata Dinas Budpar Dompu, Nuril Furkan. 

“Lakey saat ini menjadi destinasi utama untuk surfing dan intens dipromosi,” terangnya.

Selain itu, konektifitas lalu lintas udara dan darat juga saat ini semakin baik sehingga memudahkan wisman berkunjung ke Lakey. Begitu juga akses transportasi darat dan akses jalannya yang baik membuat para tamu juga semakin nyaman. “Berbagai pembenahan dan penataan akan terus dilakukan pihaknya kedepan, termasuk jalan kembar yang sudah rusak,” katanya.

Baca juga:  Tetapkan 99 Desa, Tahun Ini Pemprov Awali dengan 20 Desa Wisata

Namun Nuril sangat berharap dukungan dari pemerintah daerah (Pemda) Dompu untuk ketersediaan sarana prasarana di Dinas Budpar Dompu. Mobil dinas yang ditarik dari beberapa dinas bisa diarahkan ke Dinas Budpar, sehingga bisa dimanfaatkan untuk operasional Budpar Dompu.

“Kami tidak punya mobil dinas untuk operasional, sehingga menyulitkan kami koordinasi dan pengawasan destinasi pariwisata yang ada. Ketika ada mobil operasional, maka akan memudahkan untuk koordinasi dan memperjuangkan perencanaan pembangunannya hingga ke pusat,” katanya.

Pariwisata, lanjut Nuril, merupakan program unggulan daerah dan menjadi penopang program unggulan Bupati. Dimana, visi menjadikan masyarakat Dompu mampu membayar akan sinkron dengan kemajuan pariwisata. Ketika suatu masyarakat memiliki pertumbuhan ekonomi bagus dan dengan daya beli yang bagus, mereka akan membutuhkan tempat wisata yang baik.

“Ketika kita tidak bisa menyiapkan obyek wisata yang baik, maka masyarakat kita akan memilih keluar daerah. Ketika mereka keluar daerah, maka uang yang seharusnya bisa berputar di Dompu harus keluar daerah. Tapi ketika pariwisata maju, maka perputaran uang tetap ada di daerah dan memberi efek domino yang cukup besar. Seperti halnya pada ekonomi kreatif dan sektor jasa lainnya,” jelas Nuril. (ula/*)