Lebaran Topat, Pedagang Pisang di Mataram Untung Berlipat-lipat

Mataram (suarantb.com) – Jelang lebaran topat bukan hanya penjual bungkus ketupat yang ramai pembeli, tetapi juga para pedagang pisang. Sebagai kudapan saat lebaran topat, ibu-ibu membuat bantal yang terbuat dari ketan dan pisang.

Salah seorang penjual pisang, Hj. Jamirah merasakan dampak yang cukup besar jelang lebaran kali ini. Menurutnya, menjelang lebaran topat, permintaan pisang meningkat. Peningkatan ini karena sebagian masyarakat membutuhkan pisang untuk dikonsumsi saat lebaran topat.

“Ya kalau mau lebaran ramai yang datang beli,” kata Jamirah kepada suarantb.com, Sabtu, 1 Juli 2017.

Menurut Jamirah, biasanya ia hanya mendapatkan penghasilan dari menjual pisang sebesar Rp 700 ribu setiap harinya. Namun, setelah mendekati lebaran topat,  penghasilannya meningkat. Bahkan peningkatannya bisa menjadi 100 peesen.

“Kalau lagi ramai kayak gini biasanya kita dapat paling sedikit Rp 1 juta. Kadang juga bisa sampai Rp 1,5 juta,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ibu Raiyah. Pedagang pisang asal Batu Layar Lombok Barat ini mengaku mendapatkan penghasilan lebih tinggi menjelang lebaran topat. Menurutnya, pada hari biasa, ia hanya mendapat keuntungan Rp 50 ribu saja. Namun menjelang lebaran topat, ia bisa mendapat keuntungan hingga Rp 1 juta.

“Kan sekarang mau lebaran topat jadi yang beli lebih banyak,” kata Raiyah.

Sementara itu pedagang lainnya, Ruiyah menyebut lebaran topat kali ini lebih sepi dari hari Raya Idul Fitri yang lalu. Namun bila dibandingkan dengan hari biasa, pembeli pisang masih lebih banyak menjelang lebaran topat ini. Menurutnya, pisang yang paling banyak diminati adalah pisang dak. Pisang itu bisanya digunakan ibu-ibu untuk membuat bantal.

“Kalau buat bantal biasanya pake pisang dak. Kalau selain lebaran topat pisang raja sama pisang susu yang laku,” ujarnya.

Ruiyah menambahkan,  usai lebaran topat dirinya akan kembali berjualan seperti biasa. Ia akan pindah ke lokasi yang lebih dalam dan tidak akan berjualan di tempatnya saat ini. Namun ia mengeluhkan pembeli pisang yang agak sepi setelah lebaran topat berakhir.

Salah seorang pembeli, Saknah mengaku membeli pisang untuk membuat bantal. Ia membeli dua jenis pisang yaitu pisang hijau dan pisang dak. Pisang dak itu digunakan untuk membuat bantal, sedangkan pisang hijau digunakan sebagai cuci mulut setelah menikmati ketupat.

“Pas lebaran topat aja saya beli pisang. Kalau hari lain jarang,” tuturnya.

Sementara itu pembeli lainnya yang enggan menybutkan namanya mengaku sudah biasa membeli pisang. Pisang itu dibeli untuk memenuhi kebutuhan hotel tempatnya bekerja. Ia mengaku jauh-jauh datang dari Gili Trawangan untuk membeli pisang di Pasar Kebon Roek.

“Kemarin sudah pesan. Tapi ternyata ndak cukup. Makanya beli lagi sekarang,” tuturnya. (bur)