Pesona ‘’Puru Jago’’ dengan Keberagaman Olahan Jagung di Sarae Nduha

Dompu (Suara NTB) – Festival Pesona Tambora (FPT) tahun 2017 yang menjadi agenda kepariwisataan nasional tahunan di padang Savana Doro Ncanga juga didukung sektor pertanian. Kabupaten Dompu yang dikenal dengan jagungnya, juga ditampilkan berbagai olahan jagung dan langsung dinikmati pesepeda wisata di objek wisata Sarae Nduha.

Event pesona puru jago di objek wisata Sarae Nduha ini tidak diacarakan secara seremoni. Namun bagi para pengunjung langsung disediakan jagung bakar, jagung rebus, nasi jagung, jus jagung dan berbagai olahan jagung. Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin bersama ibu Bupati pun langsung menikmati jagung.

“Untuk jus jagung, saya sudah punya orang yang siap bekerjasama untuk kemasan,” kata Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin kepada Lilis, salah seorang pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu yang membuat jus jagung di Sarae Nduha, Minggu, 9 April 2017.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ir. H. Fakhrurrazi di sela – sela acara puru jago di Sarae Nduha mengungkapkan, kegiatan pesona puru jago ini sebagai bentuk dukungan untuk program Festival Pesona Tambora tahun 2017. Apalagi jagung Dompu sudah semakin dikenal dengan produktifitas dan harganya yang stabil sehingga cukup membantu petani dalam meningkatkan ekonomi rakyat Dompu. “Ini sebagai rasa syukur kita di jajaran petani dengan hasil jagung yang stabil,” katanya.

Baca juga:  Punya Geopark, NTB Targetkan Peningkatan Ekonomi

Jagung yang ditampilkan pada event pesona jagung di Sarae Nduha tidak hanya jagung bakar, tapi juga jagung dengan berbagai olahan.

Termasuk juga nasi jagung, jus jagung, jagung sombu dan berbagai olahan jagung lainnya. Olahan jagung yang dikoordinir Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu merupakan dukungan dari masing – masing UPTD Dinas Pertanian dan Perkebunan di masing – masing Kecamatan dengan binaannya.

Terkait luas area tanaman jagung Dompu, Ir H Fakhrurrazi mengatakan, hingga 6 April 2017 telah mencapai 41 ribu ha. Target luas tanam jagung di Kabupaten Dompu sesuai penetapan pemerintah pusat seluas 65 ribu ha. Dengan intensitas hujan saat ini, memungkinkan Dompu bisa memenuhi target luas area tanam.

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Drs. H. Abdul Haris, M.Ap diapit oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ir. H. Fakhrurrazi  dan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP.

“Kita optimis bisa mencapai target. Kalaupun kurang, tidak sampai terpaut jauh,” ungkapnya.

Curah hujan yang merata dan berlangsung lama, membuat dua tahun terakhir ini tidak ada panen raya. Petani pun bisa menanam sepanjang tahun, termasuk di lahan tadah hujan bisa ditanam lebih dari sekali. Harga jagung juga relatif stabil sepanjang masa panen tahun 2017 yaitu Rp.3.300 per kg untuk kering gudang dan Rp.2.250 per kg jagung kering panen.

Baca juga:  Geopark Satun Thailand Tuan Rumah APGN 2021

“Ini yang menunjang sehingga petani bersemangat untuk menanam jagung,” katanya.

Kondisi ini juga terjadi tahun 2016 lalu, sehingga luas area tanam mencapai 38 ribu ha lebih dengan produktivitas rata – rata 7,3 ton per ha. Produktivitas jagung tahun 2017 ini juga relatif baik, walaupun sempat diserang hama tikus. Tapi luas area yang terserang hama juga tidak sampai 1 persen. “Tahun ini kita belum bisa kalkulasi rata – rata produksi jagung Dompu karena masih berjalan. Kita berharap di atas tahun 2017 yang rata – rata 7,3 ton per ha,” harap H Fakhrurrazi.

Kabupaten Dompu juga mendapatkan bantuan bibit jagung hibrida untuk lahan seluas 39 ribu ha. Hanya saja, bantuan bibit jagung ini diperuntukan bagi perluasan areal tanaman murni. Ini sesuai hasil revisi petunjuk umum bantuan bibit oleh Kementerian Pertanian RI pada Maret 2017.

“Makanya sekarang kita sedang melakukan pendataan ulang. Pendataannya harus dengan titik koordinat,” katanya.

Karena tidak bisa diperuntukan bagi lahan yang sudah ditanami jagung, realisasi bantuan seluas 39 ribu ha lebih ini kemungkinan tidak bisa disalurkan semua. “Pendataannya sedang dilakukan dan potensinya cukup lumayan walaupun tidak semua bisa disalurkan,” ungkapnya. (ula/*)