Pemilik “Rumah Mengenal Al-Qur’an” Ditetapkan Tersangka Dugaan Penodaan Agama

AKBP Dra. Tribudi Pangastuti

Mataram (suarantb.com) – Kasus dugaan penistaan agama “Rumah Mengenal Al-Qur’an” yang didirikan SA, memasuki babak baru. Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menyebarkan ajaran sesat.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan dari saksi-saksi ahli dan beberapa bukti, SA ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penodaan agama.

“Dari hasil penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka dugaan penodaan agama,” ujar Tri Budi saat ditemui, Rabu, 22 Februari 2017 di ruang kerjanya.

Tersangka dijerat dengan pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun.

Tri Budi juga menambahkan, unsur pidana yang menguatkan SA menjadi tersangka berdasarkan dari pernyataan ahli pidana, ahli agama, dan ahli bahasa yang sudah dimintai keterangan, Senin, 20 Februari 2017.

“Ada unsur dia juga menyebarkan ajarannya dengan cara mengajak orang datang ke rumahnya dan memberikan selebaran serta uang tunai,” tambahnya.

Selain itu, SA juga mengajak orang melalui situs web dan mengundang seseorang untuk datang ke rumahnya, memberikan selebaran, serta uang tunai.

“Dia (terlapor) pernah mengundang siswa-siswa. Yang datang ke sana itu dikasih selebaran sama uang di dalam amplop isinya Rp 50 ribu,” katanya.

Ia menyebutkan, Subdit I bidang Kemanan Negara Ditreskrimum Polda NTB akan memanggil SA untuk diperiksa sebagai tersangka pada Jumat, 24 Februari 2017 mendatang.

“Akan diperiksa sebagai tersangka. Surat panggilannya sudah disampaikan,” tandas Tri Budi. (dea)