Ketua KONI NTB Sayangkan Pelatih Ribut Soal Bonus

Mataram (Suara NTB) – Perdebatan pelatih atletik soal bonus yang akan diterima di nomor estafet 4×100 meter dan estafet 4×400 meter ditanggapi Ketua Umum KONI NTB, H. Andy Hadianto SH. Pimpinan KONI NTB itu mengingatkan pelatih agar tidak ribut soal bonus.

“Tolong jangan ribut soal bonus. Tidak etis pelatih meributkan soal bonus. Apa kata masyarakat NTB,” ucap Andy.

Dikatakan Andy, soal nilai bonus yang akan diterima oleh atlet dan  pelatih sudah ditetapkan dalam SK Gubernur NTB. Sehingga tak ada alasan  pelatih untuk memperdebatkan soal bonus. “Syukuri pemberian Tuhan,” ucapnya.

Ditegaskan Andy, soal bonus yang diterima oleh pelatih khususnya di nomor estafet 4×100 meter dan estafet 4×100 meter sudah jelas. Karena  telah tercantum dalam SK Gubernur NTB.

Data yang diterima Suara NTB, pelatih yang mendapatkan  bonus  di nomor estafet 4×100 meter dengan pelatih yang akan menerima bonus di nomor estafet 4×400 meter adalah dua orang yang berbeda.

Namun sangat disayangkan bonus pelatih di nomor estafet tersebut mulai diperdebatkan di internal pelatih dan memancing keributan. Hal ini dikarenakan masing-masing pelatih mengklaim atletnya ikut andil menyumbangkan medali emas di dua nomor estafet tersebut. Sehingga mereka meminta hak yang sama. Mirisnya, pelatih yang meminta jatah di nomor estafet 4×100 meter itu adalah pelatih yang sudah mendapatkan bonus di nomor perorangan.

Untuk diketahui nama atlet yang masuk tim estafet 4×100 meter adalah, Fadlin, Iswan, Sudirman Hadi dan Safwaturrahman. Sementara di estefet 4×400 meter diperkuat, Abdul Razak, Arif Rahman, Andrian dan Ridwan. Masing-masing pelatih yang memiliki atlet tersebut menginginkan bonus pelatih estefet dibagi empat, sementara nilai bonus Rp 100 juta di dua nomor estafet  dijatahkan masing-masing satu pelatih saja. (fan)