Bambang Bayu Saptaji ; Pemain Futsal Pertama yang Dikontrak Klub Asing

Mataram (suarantb.com) – Bambang Bayu Saptaji tidak hanya terpilih kembali sebagai anggota Timnas Futsal Indonesia. Ia juga pernah dikontrak oleh klub asing di Tiongkok, Dalian Yuan Dinasty untuk memperkuat tim tersebut selama satu musim. Demikian pengakuannya pada suarantb.com, Rabu, 17 Agustus 2016.

“Saya adalah pemain futsal pertama asal Indonesia yang main di klub asing,” aku atlet yang bergabung dalam Timnas Futsal Indonesia sejak 2012 ini.

Perjuangan Bayu untuk bisa menjadi pemain futsal profesional sangatlah panjang. Ia mulai mengenal futsal sejak bangku SMA. Awalnya ia bermain sepak bola, tetapi karena kecewa, ia pindah ke futsal.

“Saya awalnya di sepak bola, tapi gagal. Saya pernah di Persikabo 15, tapi cuma jadi cadangan, saya kecewalah. Jadi saya pilih ikut ekstrakurikuler futsal waktu SMA. Dan itu terus berlanjut karena saya merasa nyaman main disana,” jelasnya.

Walaupun termasuk dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, tim futsal ini mempunyai pengetahuan minim terkait futsal. “Saya kan tinggal di daerah pinggiran, jadi pengetahuan tentang futsal itu masih kurang. Pelatih juga seadanya, jadi tim sekolah saya tidak pernah menang pertandingan,” ceritanya.

Bayu mengakui tim futsal tersebut berisi ia dan teman-temannya yang dasarnya adalah pemain sepak bola. Sehingga ketika mengikuti pertandingan, mereka hanya mengandalkan pengetahuan mereka tentang sepak bola. “Kami main dengan memanfaatkan pengetahuan dari sepak bola, seadanya begitu. Sebelum pertandingan juga biasanya wasit menjelaskan peraturannya,” kenangnya.

Atlet kelahiran Jakarta, 8 September 1992 ini mengaku saat itu tidak mengetahui teknik dasar futsal seperti passing, kontrol harus menggunakan sol sepatu, dan sebagainya. “Hanya bermain saja, awalnya ikut pertandingan antar kampung,” ujarnya.

Karena rasa tertarik yang besar pada futsal, Bayu pun berusaha mempelajari berbagai teknik bermain futsal dari pertandingan yang ditontonnya. Seperti dari turnamen antar kampung, mengamati cara orang bermain futsal yang bagus, dan sebagainya. Dari apa yang diamati itulah ia kemudian belajar.

Selain belajar dari menonton pertandingan, Bayu juga mengaku sering menonton video pertandingan di Youtube. “Saya juga dulu sering ke warnet, nonton video orang main futsal di Youtube. Saya belajar secara otodidaklah,” ujarnya.

Kerja keras Bayu mempelajari futsal berbuah manis ketika tahun 2011 ia bergabung dengan klub Electric PLN Jakarta. “Saya di Electric PLN sampai tahun 2012. 2013 saya pindah ke Tifosi Bhaskara Surabaya, dan 2014 saya diajak main sama klub asal Cina Dalian Yuan Dinasty. Tahun 2015 bergabung sama Libido FC Bandung dan tahun ini di Vamos Mataram, sejak Januari lalu,” jelasnya.

Beberapa kejuaraan yang pernah diikuti oleh Bayu bersama klubnya antara lain, Liga 2011 dan 2012 bersama Electric PLN peringkat dua dan tiga, Liga 2013 bersama Tifosi Bhaskara peringkat tiga, Liga Cina 2014 bersama Dalian Yuan Dinasty peringkat satu, Liga 2015 bersama Libido FC peringkat empat dan Liga 2016 bersama Vamos peringkat dua.

Selain pretasi bersama klub futsalnya, sejak bergabung dengan timnas, Bayu juga sudah banyak mengikuti turnamen internasional. “Pra Piala Asia 2012 dapat juara dua, AFF 2012 juara tiga, 2013 main di Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) Incheon Korea lolos sampai fase grup, AFF 2013 peringkat empat, SEA Games 2013 peringkat tiga, AFF 2014 peringkat empat,” sebutnya.

Mahasiswa Perbanas Jakarta ini berharap agar futsal di Indonesia semakin baik. “Saya juga harapannya bisa bermain dengan lebih baik lagi, supaya bisa membuat Indonesia menang,” katanya. Bayu juga mengatakan, ia akan merasa merdeka ketika ia bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Serta bisa mengibarkan bendera merah putih di luar negeri. (ros)