HBY Telekonferensi dengan Menteri Pertanian dan Kasad

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin didampingi Dandim 1614/Dompu, Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ilham, SP dan jajarannya saat telekonferensi di ladang jagung Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa, Selasa, 14 April 2020. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin menggelar telekonferensi dengan Menteri Pertanian RI, Sahrul Yasin Limpo dan Kepala Satuan TNI Angkatan Dasat (KASAD), Jenderal TNI Andika Perkasa terkait stok pangan dan kesiapan produksi jagung di tengah pandemi Covid 19. Jagung diantara 11 komoditas bahan pokok yang dikawal intens pemerintah.

Telekonferensi Bupati Dompu ini dilangsungkan pada menara pandang, di lokasi panen raya jagung oleh Presiden Joko Widodo tahun 2015 lalu Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa. Sehingga hamparan jagung yang cukup luas itu menjadi baground. Dalam laporannya, Drs H. Bambang M. Yasin, Selasa, 14 April 2020 menyampaikan, ada 72 ribu ha lahan jagung siap dipanen pada Musim Hujan (MH) ini dan 120 ribu ha target luas tanam tahun 2020 atau setara 800 ribu ton jagung pipilan.

Iklan
Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin dengan latar belakang hamparan jagung. (Suara NTB/ula)

“Dengan hormat, saya mengundang pak Menteri, pak KASAD meskipun Covid, di tengah ladang jagung insyaallah aman, untuk datang melakukan panen raya jagung di kabupaten Dompu tahun ini,” kata H. Bambang.

Namun H. Bambang menyampaikan, wabah Covid 19 di Kabupaten Dompu berdampak pada arus transportasi untuk angkutan jagung. Antrian kapal di pelabuhan yang hendak mengangkut jagung untuk kebutuhan pakan ternak, terhambat dengan transportasi darat dan diharapkan segera selesai. “Kegiatan-kegiatan panen yang sekarang dimulai, akan tetap memberi kontribusi yang besar pada masyarakat, dan insyaallah pak Menteri, kita pastikan pangan akan ikut membantu menyelesaikan masalah Covid,” kata H. Bambang.

Selain jagung, di Kabupaten Dompu juga terdapat lahan sawah yang ditanami padi seluas 26 ribu ha atau produksi sekitar 80 ribu ton gabah. “Setiap tahun kita tetap mengalami surplus sekitar 30 ribu ton beras. Semua ini berjalan kondusif. Karena sampai hari ini di kabupaten Dompu belum ada kasus covid yang terkonfirmasi positif,” ungkapnya.

Menteri Pertanian RI, Sahrul Yasin Limpo sebelum memberi kesempatan kepada para Bupati untuk melaporkan kondisi daerahnya menyampaikan, apresiasinya kepada para Bupati yang selalu siap berada di lapangan menyelesaikan persoalan pertanian. “Kalau Bupati sudah berada di lapangan, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Saya di belakangmu pak Bupati. Seluruh Bupati yang ada, saya Menteri Pertanian berada di belakang kalian,” tegasnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2 periode ini menegaskan keyakinannya bahwa pandemi Covid 19 ini akan berlalu dan hanya persoalan waktu saja. Ketika wabah ini berlangsung lama, maka akan muncul persoalan. “Kalau Covid sudah menjadi sakit bagi Negara-Bangsa, yang harus kita waspadai dan kita lawan bersama. Jangan lagi kita tambah dengan ekonomi rakyat yang bersoal, terutama urusan perut,” ingatnya.

Menteri Pertanian ini juga mengingatkan, wabah Covid ini menantang semua pihak untuk menjadi pejuang. Karena wabah ini membuat orang memilih menjadi pejuang atau ingin mendapatkan kondisi aman. “Sebagai pejabat negara, pak Bupati jangan ragu,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan, Kabupaten yang mengikuti telekonferensi akan mendapatkan 2 unit kombain. Semua kebutuhan untuk mempertahankan produksi pangan, dirinya siap mengakomodir di tengah pandemi Covid. “Bisa lewat WA saya sampaikan,” tambahnya.

KASAD, Jenderal TNI Andika Perkasa, SE, MA, M.Sc, M.Ohil, Ph.D dalam arahannya menyampaikan, keharusan untuk menjaga produksi 11 bahan pokok di tengah pandemi Covid 19. Karenanya, Bupati tidak hanya berhenti di jajaran Kodim, bila membutuhkan personil bisa langsung menyampaikan ke komandan Korem dan bahkan kepada dirinya, sehingga bisa menggerakkan lebih banyak tenaga. Bisa dari Batalion, Brigade, dan bahkan dari Kostrad.

“Karena pangan ini prioritas untuk saat ini. Ketersediaan 11 bahan pokok ini harus lengkap. Ndak ada alasan apapun. Kendala pembatasan sosial berskala besar, tidak boleh membatasi kita untuk membantu. Produksi pangan harus terus berlanjut apapun yang terjadi,” tegasnya. (ula)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional