Hati-hati, Rampok Jaringan Antarprovinsi Incar Uang Tunai Nasabah Bank

Tersangka jambret sadis, CD asal Rejang Lebong, Bengkulu (kanan) berjalan pincang dengan pengawalan tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTB, Rabu, 11 Maret 2020 saat hendak dibawa menuju Rutan Polda NTB. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menangkap rampok jaringan antarprovinsi. Mereka yang ditangkap antara lain, CD (25), GA (43) dan MJ (26). Korbannya, pemilik salah satu hotel di Mataram dirampok usai keluar dari bank. Uang tunai selamat meski korban harus menanggungnya dengan luka patah tulang.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan tersangka yang beraksi dengan empat orang lainnya itu memang menarget korbannya. Buktinya, korban dibuntuti dari sejak bertransaksi di bank.

Iklan

“Mereka ini pemain antar provinsi. Tiga sudah kita tangkap dua masih kita cari,” terangnya didampingi Dirreskrimum Polda NTB AKBP Hari Brata, Rabu, 11 Maret 2020.

Tersangka CD yang merupakan residivis rampok di kampung halamannya di Rejang Lebong, Bengkulu ini merupakan otak dari perampokan ini. Dia yang berperan merampas tas korban. “Tersangka CD ini ditampung di rumah GA selama tiga hari, sambil survei. Hari keempat mereka langsung beraksi,” jelasnya. GA tinggal di Menemeng, Pringgarata, Lombok Tengah.

Dari Pringgarata mereka berangkat ke Mataram dengan sasaran nasabah bank. Korbannya, pada Kamis, 27 Februari 2020 lalu baru selesai transaksi mengambil uang di Bank BCA di Jalan Pejanggik, Cakranegara, Mataram.

Para pelaku ini membuntuti dengan sepeda motor. Korban sempat mampir ke hotel di Jalan Sriwijaya, Gebang, Mataram untuk menaruh uang. Setelah itu, menjemput cucunya pulang sekolah di TK di Babakan, Sandubaya, Mataram.

Korban baru turun dari mobil. Tersangka CD langsung menarik tas korban secara paksa. Korban sempat melawan sampai terjadi aksi saling tarik-menarik. Anak korban sempat menolong. Tapi dua wanita itu tak berdaya melawan lima pelaku.

“Akibatnya korban mengalami patah tulang di pergelangan tangannya. Anaknya juga lecet-lecet. Para pelaku ini memang nekat ketika beraksi,” terang Artanto.

Para pelaku hanya bisa merebut tas berisi uang tunai Rp614 ribu dan jam tangan. Uang yang disasar gagal dijambret. “Target mereka memang uang cash yang baru diambil korban ini,” imbuhnya.

Tersangka CD, GA, dan MJ sudah ditangkap di tempat terpisah. Namun sama-sama menderita luka tembak di kaki karena melawan tim Subdit III Jatanras yang hendak menangkap mereka. Masih ada dua tersangka lain yang masih buron, yakni PY dan YF. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional