Hati – hati Pilih Biro Perjalanan Umrah

Mataram (Suara NTB) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, belum menerima keputusan resmi dari Kementerian Agama terkait wacana moratorium Umrah. Wacana yang bergulir ini dinilai sebagai dampak dari maraknya penipuan ibadah Umrah oleh pengusaha. Warga diingatkan agar lebih berhati – hati memilih travel Umrah.

“Sampai saat ini kita belum keluar keputusan resmi dari Pemerintah Pusat,” kata Kepala Kemenag Kota Mataram, H. Burhanul Islam dikonfirmasi, Kamis, 19 April 2018. Pemerintah Pusat kata dia, hanya mengirimkan keputusan penetapan biaya perjalanan Umrah Rp 20 juta untuk satu jamaah.

Iklan

Kenyataannya pengusaha memberikan harga ke masyarakat bervariasi. Semestinya, masyarakat harus selektif. Kalau tawaran perusahaan lebih murah, maka harus berpikir ulang.

Kemenag tidak bisa mengintervensi lebih jauh penetapan harga oleh pengusaha. Kewenangannya hanya sebatas memberikan izin operasional biro perjalanan Umrah. “Ya namanya travel kan pasti begitu,” jawabnya.

Perusahaan travel Umrah resmi di NTB hanya delapan. Yang lebih banyak adalah cabang – cabang travel Umrah dari luar yang memilih usaha di NTB. Menurut dia, alasan moratorium yang bergulir di Pemerintah Pusat melihat banyaknya kasus penelantaran jamaah oleh biro perjalanan Umrah. Kemungkinan ini jadi pertimbangan pemerintah untuk mengambil kebijakan lebih lanjut.

Wacana Pemerintah Pusat melakukan moratorium justru menuai protes dari masyarakat. Zulaeha misalnya, tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Dia menilai akan merugikan masyarakat yang memiliki niat menuaikan ibadah ke Tanah Suci Mekkah.

Kasus penelantaran dan penipuan jemaah Umrah tidak bisa dijadikan patokan. Sehingga, pemerintah perlu memberikan solusi dan sikap tegas terhadap biro perjalanan yang merugikan masyarakat. “Jangan gara – gara satu kasus kemudian semua kena getahnya,” kritiknya. (cem)