Hasil Verifikasi, Rumah Rusak Akibat Gempa Terus Bertambah

Personel polisi membantu warga merobohkan sisa bangunan yang hancur akibat gempa. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Berdasarkan hasil verifikasi lapangan yang dilakukan Dinas Perumahan dan Permukiman (Pekim) NTB, jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa beruntun beberapa waktu lalu mencapai 210.670 unit. Angka ini diprediksi akan terus bertambah mengingat Lombok Utara dan Lombok Timur belum tuntas melakukan verifikasi.

Angka sementara, jumlah  nilai kerusakan dan kerugian akibat gempa bertambah menjadi Rp18,2 triliun. Untuk pemulihan kembali tujuh daerah terdampak bencana di NTB mencapai Rp11,8 triliun lebih.

Iklan

Kepala Dinas Perkim NTB, Ir. IGB. Sugihartha, MT  yang dikonfirmasi Rabu, 24 Oktober 2018, menjelaskan awalnya laporan rumah rusak yang diterima sebanyak 204.449 unit. Dengan rincian rusak berat 83.808 unit, rusak sedang 44.566 unit dan rusak ringan 76.075 unit.

Setelah dilakukan verifikasi di lapangan, jumlah rumah warga yang rusak bertambah menjadi 210.670 unit. Dengan rincian rusak berat 73.426 unit, rusak sedang 31.950 unit dan rusak ringan 105.294 unit.

Angka ini masih bersifat sementara karena Lombok Utara dan Lombok Timur belum tuntas dilakukan verifikasi. Diprediksi jumlah rumah warga yang rusak menembus angka 220 ribu unit. Sugihartha mengatakan, kebutuhan anggaran untuk perbaikan rumah saja diperkirakan sebesar Rp7,3 triliun.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, nilai kerusakan dan kerugian akibat gempa meningkat jadi Rp18,2 triliun. Sedangkan untuk recovery dibutuhkan anggaran sekitar Rp11,8 triliun.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT menjelaskan nilai kerusakan dan kerugian sebesar Rp18,2 triliun tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota. Antara lain, Lombok Utara Rp9,9 triliun, Lombok Barat Rp3,5 triliun, Lombok Timur Rp1,5 triliun. Kemudian Lombok Tengah Rp852 miliar, Kota Mataram Rp1,09 triliun, Sumbawa Rp659 miliar dan Sumbawa Barat Rp570 miliar lebih.

Total kebutuhan anggaran untuk me-recovery tujuh daerah terdampak bencana ini mencapai Rp11,8 triliun. Dengan rincian, Lombok Utara Rp5,59 triliun, Lombok Barat Rp2,07 triliun, Lombok Timur Rp1,15 triliun. Lombok Tengah Rp777 miliar lebih, Kota Mataram Rp1,14 triliun, Sumbawa Rp551 miliar dan Sumbawa Barat Rp 510 miliar lebih. (nas)