Hasil Undi Nomor Urut, Ini Komentar Paslon di Kota Mataram

Empat pasangan Walikota dan Wakil Walikota Mataram masing-masing menunjukan nomor urut usai pengundian,Kamis malam, 24 September 2020. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Empat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram, Kamis, 24 September 2020 mengambil nomor urut sebagai peserta pada Pilkada Kota Mataram 9 Desember mendatang.

Pengundian nomor yang digelar di salah satu hotel di Kota Mataram berlangsung kondusif dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

Iklan

Pasangan H.Mohan Roliskana – TGH. Mujiburrahman atau Paket HARUM memperoleh nomor urut 1. Pasangan Hj. Putu Selly Andayani – TGH. Abdul Manan atau Paket SALAM memperoleh nomor urut 2. Pasangan H. Lalu Makmur Said – H. Badruttaman Ahda memperoleh nomor urut 3. Sedangkan, H. Baehaqi – Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi memperoleh nomor urut 4.

Setelah proses pengambilan nomor urut empat paslon mendeklarasikan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan pada seluruh tahapan Pilkada serta pemilu damai.

Dalam sambutannya, Calon Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana memberikan apresiasi terhadap proses pengundian nomor urut pasangan calon. Dia mengharapkan, KPU sebagai penyelenggara melaksanakan pilkada secara tertib, profesional, bertanggungjawab dan aman, sehingga melahirkan kesejukan dan tidak menimbulkan keretakan. “Saya berharap ini dipertahankan sampai akhir tahapan kampanye,” ungkapnya.

Calon Walikota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani mengimbau masyarakat agar proses demokrasi menjunjung sportivitas, taat azas dan menjaga kondusivitas. Proses pilkada adalah cara untuk memberikan edukasi bagi generasi muda agar taat dengan aturan, saling menghargai dan tidak menyebar berita hoaks.

Calon Walikota Mataram nomor urut 3, Makmur Said menilai nomor urut 3 memiliki makna filosofis yang sesuai dengan program unggulan dalam visi – misi, yakni dibidang kesehatan, ekonomi dan sosial. Makmur menyampaikan,tiga manfaat dari kartu pro-kes. Yakni, membantu modal usaha, membantu kelengkapan fasilitas sekolah dan jaminan kesehatan bagi masyarakat.

Calon Walikota nomor 4, Baehaqi tidak ingin berbicara secara filosofis terkait undian nomor urut pasangan calon tersebut. Baginya nomor urut 4 sesuai dengan kondisi perubahan revolusi industri 4.0. “Nomor urut 4 ini juga untuk menebar perubahan,” ungkapnya. Ditambahkan, prinsip dalam pembangunan memilili empat pilar,yaitu ekonomi,kesehatan,kesejahteraan dan pembangunan. (cem)