Hasil Tes Cepat, Sejumlah Pengawas Adhoc Bawaslu Reaktif

Ilustrasi tes cepat Covid-19. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Bawaslu melakukan melakuan tes cepat terhadap seluruh tenaga pengawas adhoc yang melaksanakan pengawasan terhadap proses verifikasi faktual (Verpak) dukungan bakal pasangan calon dari jalur perseorangan di Pilkada serentak 2020.

Tes cepat itu dilakukan sebagai wujud Bawaslu dalam melaksanakan pengawasan tahapan Pilkada serentak 2020 dengan menggunakan protokol kesehatan Covid-19. Dengan tes cepat itu untuk memastikan bahwa petugas pengawasan yang akan turun ke lapangan, itu dipastikan bebas dari Covid-19.

Iklan

“Kemarin kita sudah Rapid test semua petugas pengawasan kita sebelum turun melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tahapan verifikasi faktual dukungan calon perseorangan,” kata Sekretaris Bawaslu Provinsi NTB, L. Ahmad Yani, di ruang kerjanya.

Disampaikan Ahmad Yani, dari hasil tes cepat itu, ia membeberkan beberapa diantaranya memang ditemukan ada yang hasil reaktif. Mereka yang reaktif itu kemudian tidak akan dilibatkan dalam proses pengawasan terhadap pelaksanaan Verfak tersebut.

“Kita masih tunggu laporannya, karena semua belum masuk. Tapi dari informasi sementara yang kami terima memang ada beberapa yang reaktif. Di Sumbawa ada satu orang, Bima ada empat orang, itu dalam satu kecamatan tiga-tiganya mereka reaktif. Dompu dan Mataram belum masuk. Kalau daerah lain tidak ada calon perseorangannya,” katanya.

Terhadap mereka yang reaktif, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Bawaslu Kabupaten/Kota supaya segera berkoordinasi dengan gugus tugas, untuk ditangani lebih lanjut, yakni pemeriksaan lanjutan di laboratorium untuk memastikan apakah mereka positif atau negatif dari Covid-19.

“Sudah kita minta mereka supaya segera berkoordinasi dengan gugus tugas di daerah masing-masing untuk di tes swab. Sebab Bawaslu tidak menganggarkan untuk Swab,” sebutnya.

Lantas bagaimana langkah Bawaslu untuk mengganti kekosongan petugas pengawas dalam verifikasi faktual tersebut. Lantaran mereka yang reaktif dari hasil tes cepat tersebut tidak akan diturunkan bertugas. Ahmad Yani menyampaikan bahwa hal itu akan digantikan sementara oleh pegawai Sekretariat Bawaslu.

  Pilkada NTB 2018, DPP PKS Putuskan Dukung Dr. Zul

Mantan Komisioner KPU NTB ini menyampaikan, bahwa dalam perencanaan Bawaslu, pihaknya akan melakukan dua kali tes cepat terhadap seluruh jajarannya. Pertama dilakukan pada saat verifikasi faktual dukungan calon perseorangan dan kedua nanti sebelum hari H pencoblosan surat suara. “Tes cepatnya kita lakukan minimal dua kali, nanti lagi sebelum pengut hitung dilakukan,” pungkasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here