Hasil Swab Wabup dan Sekda Lotim Negatif Covid-19

H. M. Juaini Taofik

Selong (Suara NTB) – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lombok Timur (Lotim) terus melakukan penelusuran kontak atas terkonfirmasinya, Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, positif Covid-19. Termasuk melakukan swab kepada Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi Sjamsuddin, SH dan Sekda Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik,MAP. Hasil swab kedua pejabat publik ini negatif Covid-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Drs. H. M. Juaini Taofik,MAP, Senin, 28 September 2020, menjelaskan, dalam penelusuran kontak ini langsung dilakukan dengan swab terhadap kontak erat bupati seperti di rumah pribadinya di Rumbuk dan rumah dinas bupati. Termasuk para pekerja di rumah dinas wakil bupati sebanyak 32 orang yang rata-rata hasil swabnya negatif.

Iklan

Sekda menegaskan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Lotim dilakukan secara terbuka dan transparan. Unsur tutup menutupi dihindari untuk mempercepat proses penanganan Covid-19. Itulah kemudian, kata dia, penelusuran kontak dan cepat dilakukan atas terkonfirmasi bupati positif Covid-19.

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy sampai saat ini masih dirawat di RSUD dr. R. Soedjono Selong setelah menjalani isolasi mandiri di rumah dinasnya. Kondisi hingga, Sabtu malam masih stabil dan dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis tiga kali sehari. Bahkan Sukiman dikabarkan sudah dapat duduk dengan kondisi pernafasan yang sebelumnya sesak berangsur membaik.  “Dari laporan yang saya terima. Kondisinya beliau masih stabil. Rutin dilakukan pemeriksaan medis tiga kali sehari,” terangnya.

Diketahui, petugas sudah melakukan swab di rumah pribadi bupati di Desa Rumbuk Kecamatan Sakra, Lotim terhadap p 18 orang baik keluarga maupun asisten rumah tangganya. Sementara untuk di rumah dinas atau Pendopo Bupati di Selong, terdapat 11 orang diswab dengan rata-rata hasil swab negatif. Jumlah yang kontak erat dengan bupati yang dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 13 orang.

Kepala Dikes Lotim, dr. H. M. Hasbi Santoso, M.Kes, mengatakan penelusuran kontak yang dilakukan ini sudah selayaknya dilakukan apabila terdapat pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Langkah ini untuk mempercepat memutus rantai penyebaran Covid-19. Hasbi berharap masyarakat mewujudkan pola hidup sehat serta menerapkan prinsip keterbukaan. (yon/rus)