Hasil ‘’Rapid Test’’ Lima Pegawai Reaktif, Gedung B Kantor Bupati Loteng Ditutup Sementara

Salah satu ruangan di gedung B kantor Bupati Loteng ditutup sementara setelah temuan kasus Covid-19 salah seorang ASN lingkup Pemkab Loteng, Rabu, 21 Oktober 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) akhirnya memutuskan menutup sementara gedung B kantor Bupati Loteng setelah kasus Covid-19 yang menimpa salah seorang pegawai di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Setda Loteng, A (57) asal Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat. Seluruh aktivitas pelayanan pemerintahan dihentikan. Sementara para pegawai diharuskan bekerja dari rumah.

“Penutupan dilakukan selama tiga hari. Terhitung mulai dari Rabu hari ini (kemarin) hingga Jumat, 23 Oktober 2020,” sebut Penjabat Sekda Loteng, Drs. H.L. Idham Khalid, M.Pd., Rabu, 21 Oktober 2020.

Iklan

Selama penutupan tidak ada aktivitas diseluruh gedung B. Adapun di gedung A dan C, pelayanan dan jalannya pemerintahan tetap berjalan seperti biasa.

Terpisah, Kabag. Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., menambahkan, Pemkab Loteng berencana menutup sementara seluruh gedung kantor Bupati Loteng. Tetapi keputusan terakhir hanya untuk gedung B saja. Sedangkan untuk gedung yang lain tidak ditutup.

Meski ditutup bukan berarti pelayanan pemerintahan berhenti. Pelayanan tetap berjalan, tetapi dilakukan dari rumah, karena seluruh pegawai di gedung B diharuskan bekerja dari rumah sesuai protokol yang ada.

“Penutupan sementara gedung B untuk memberikan waktu bagi Satgas Covid-19 melakukan sterilisasi di area gedung,” jelasnya. Harapannya, ketika aktivitas pemerintahan kembali dibuka pada Senin, 25 Oktober 2020 depan, kondisi gedung sudah benar-benar steril. Mengingat, di gedung B tersebut merupakan tempat berkantornya, Sekda Loteng, Wabup Loteng hingga Bupati Loteng.

Disinggung hasil rapid test yang dilakukan terhadap sekitar 111 pegawai di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Loteng serta BPBJ, Selasa, 20 Oktober 2020, Herdan mengatakan ada lima pegawai yang hasilnya reaktif. Namun belum bisa dipastikan apakah positif Covid-19 atau tidak, karena belum dilakukan swab test atau PCR.

Terhadap pegawai yang hasil rapid test-nya reaktif tersebut sudah diinstruksikan untuk isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Yang reaktif hasil rapid test-nya sudah isolasi mandiri. Tidak diisolasi di tempat karantina. Sementara yang lain, tetap bekerja tapi dari rumah,” tandasnya. (kir)