Hasil Rakornas Virtual AGPAII, PPG 2020 Diputuskan secara Daring

Suasana Rakornas Virtual AGPAII bersama guru PAI di Indonesia, Kamis, 9 April 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Wabah Corona memaksa seluruh aktivitas dilakukan secara virtual. Rapat-rapat maupun pertemuan dalam skala besar yang bisa digelar di hotel-hotel kini cukup dilakukan di dalam rumah secara virtual.

Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) juga melakukan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) secara virtual, Kamis, 9 April 2020. Rakornas virtual ini menggagendakan sejumlah isu penting bagi guru di lingkungan pendidik PAI.

Iklan

Di antaranya ialah proses pembelajaran PAI secara online yang bisa dikembangkan lebih jauh. Selain itu respons guru PAI dan Pemda dalam melawan Covid 19. Termasuk juga ialah kondisi sebagian anak-anak yang terpapar paham radikal dari internet.

Direktur Jenderal PAI Kementerian Agama Dr. Rohmat Mulyana Sapdi, M.Pd., menjelaskan dalam rangka penanganan Covid 19 ini, Direktorat PAI telah menganggarkan sebesar 3,6 miliar. Diakuinya, semua kementerian kini fokus melakukan pencegahan dampak virus Corona.

“Semua kementerian anggaran dilakukan refocusing ke Covid-19. Direktorat PAI Rp3,6 miliar untuk Covid-19,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pula, Rohmat Mulyana menegaskan konsekuensi dari semua itu ialah beberapa kegiatan yang telah terjadwalkan terpaksa ditiadakan, seperti kegiatan Kemah Rohis 2020. Karena anggaran kegiatan dialihkan untuk membantu penyelesaian Covid -19. “Kemah Rohis tahun ini nol, untuk Covid semua,” ujarnya.

Hal lain yang diputuskan pada kesempatan rakornas itu ialah bahwa adanya dispensasi pemenuhan administrasi dengan cara scan dan tanda tangan secara digital. Selain itu pelaksanaan PPG 2020 dilakukan pada awal Juni sampai dengan awal September dengan sistem PPG Daring.

Sementara itu Ketua DPW AGPAII NTB Sulman Haris yang menjadi salah satu peserta Rakornas Virtual itu menyatakan hasil lain yang ditetapkan dan menjadi arahan Rakornas Virtual AGPAII ialah terkait dengan pelayanan di masa Covid-19 ini. Guru-guru PAI, harus mampu melihat realitas kekinian. Lebih jauh Sulman menyebut bahwa AGPAII memiliki kesamaan pandangan dalam menghadapi dan menyikapi situasi kekinian. Termasuk ke depan perlunya pengembangan sistem E learning. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional