Hasil Produksi Menurun, Harga Cabai Masih Tetap Tinggi

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lombok Timur, Neny Yuliawati. (Ekbis NTB /yon)

CURAH hujan yang cukup tinggi dan dalam waktu yang panjang memiliki dampak signifikan terhadap pertanian masyarakat. Terutama yang tergolong dalam holtikultura seperti cabai yang produksinya menurun drastis. Kondisi ini berdampak terhadap meroketnya harga cabai di pasaran yang tembus di atas Rp100 ribu per Kg.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Lombok Timur, Neny Yuliawati menyebutkan tingginya harga cabai di Kabupaten Lotim beberapa hari belakangan ini disebabkan karena tingginya curah hujan. Kondisi ini sangat berpengaruh pada kualitas cabai yang dihasilkan oleh para petani, khususnya di wilayah Lotim.

Iklan

“Melambungnya harga cabai karena dipicu faktor cuaca. Tahun ini musim penghujan yang lebih lama sehingga berpengaruh pada kualitas cabai itu sendiri,”terangnya akhir pekan lalu.

Sementara untuk luas areal lahan yang ditanami cabai mencapai 3.500 hektar. Namun demikian, faktor cuaca yang kurang bagus membuat cabai tersebut terkena penyakit pada tanaman.”Kondisi cabai saat ini kurang bagus menyebabkan cabai kehitaman bahkan rontok. Hal ini juga membuat cabai di pasaran sangat sedikit,”ungkapnya.

Menyikapi kondisi ini, Neny mengajak para petani untuk melakukan sejumlah alternatif. Seperti menanam cabai menggunakan plastik UV serta memanfaatkan pekarangan rumah. (yon)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional