Hasil Pencarian Tim SAR Nihil, Sang Ayah Berharap Samsul Segera Ditemukan

Proses pencarian yang dilakukan tim Basarnas Mataram gabungan, Rabu, 28 Oktober 2020 belum membuahkan hasil.

Giri Menang (Suara NTB) – Tim SAR terus berupaya melakukan pencarian seorang korban yang hanyut terbawa arus sungai di Air Terjun Tibu Atas, Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada yang terjadi Selasa, 27 Oktober 2020 siang. Pencarian korban atas nama Samsul Irawan (17) warga Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya yang dilakukan Tim Basarnas gabungan Rabu, 28 Oktober 2020 belum membuahkan hasil.

Samsul sendiri ikut terseret arus ketika hendak membantu temannya yang sempat terbawa arus sungai karena tidak bisa berenang. Namun nasib berkata lain, Samsul justru menjadi korban yang terseret arus sungai karena kelelahan setelah berusaha menolong temannya. Dan hingga kini, Samsul yang merupakan salah seorang santri di Ponpes Attamimy Praya belum ditemukan.

Iklan

“Saya berharap anak saya bisa segera ketemu dalam keadaan selamat,” ucap sang ayah, Samsul Rizal, sembari duduk dan terus berdoa di tepian sungai melihat tim SAR yang berupaya menyusuri sungai.

Dirinya menuturkan bahwa tidak seperti biasanya Samsul Irawan tidak memberi kabar kepadanya saat hendak bepergian bersama rombongan dari pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.

“Tumben dia tidak bilang sama saya, dulu-dulu kalau ada acara, atau pergi ke rumah teman, saya selalu dikasih tahu,” tuturnya.

Namun, dirinya hanya bisa berdoa dan berharap agar anaknya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat, serta tim SAR yang melakukan pencarian juga diberi kemudahan.

Kepala kantor pencarian dan pertolongan (Kakansar) Mataram, Nanang Sigit PH, menyebut bahwa hingga saat ini tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian, baik dengan menyelam dan menyusuri sungai. “Pada hari kedua ini, kita masih sama seperti kemarin, yaitu melaksanakan penyelaman di lokasi tempat jatuhnya korban dan juga kita melakukan penyisiran di alur air terjun,” paparnya.

Namun, hingga siang ini korban masih belum berhasil ditemukan. Dan Tim SAR gabungan mulai dari Basarnas, unsur TNI-Polri, BPBD, tagana, beserta pihak pengelola dan masyarakat sekitar masih terus melakukan pencarian. “Kendalanya air sungai deras dan keruh setelah hujan. Warnanya keruh, kita agak kesulitan untuk melihat pada saat penyelaman karena di dalam air gelap,” ungkapnya.

Namun dirinya berharap, kendala tersebut tidak menjadi permasalahan berarti yang bisa menghambat proses pencarian. “Penyisirannya sudah kita lakukan sejauh sekitar 2 kilometer dari lokasi awal korban berenang,” sebutnya.

Tim SAR gabungan kini tengah menyisir melalui perairan sungai, maupun pinggiran sungai. “Mudah-mudahan hari ini bisa ditemukan. Tetapi kalau tidak, kita akan memperpanjang pencarian dari area awal. Standar pencarian kami itu tujuh hari, tapi semoga sebelum tujuh hari korban bisa ditemukan,” harapnya.

Basarnas telah menerjunkan 10 orang anggotanya untuk melakukan pencarian disekitar lokasi. Akan tetapi anggota lainnya juga yang ditugaskan untuk siaga khusus untuk memantau lokasi wisata di musim cuti bersama ini untuk mencoba membantu melihat di titik-titik yang menjadi aliran Air Terjun Tibu Atas tersebut, di wilayah Mataram dan Ampenan. (her)