Hasil Audit Kasus Pengadaan ABBM Belum Lengkap

Haris Dinzah. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB melengkapi penyelidikan pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016. Khususnya terkait indikasi unsur kerugian negara. Berdasarkan temuan Inspektorat Jenderal Kemenkes RI.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimus Polda NTB Kompol Haris Dinzah menjelaskan, tim penyidik sudah mempertajam koordinasi dengan Itjen Kemenkes. “Terkait hasil audit itu. Koordinasi kita intens,” ucapnya dikonfirmasi Selasa, 4 Agustus 2020.

Iklan

Meski demikian, hasil audit tersebut belum selesai. Setidaknya dari hasil koordinasi penyidik sewaktu bertolak ke Jakarta menemui ahli auditor tersebut pada Juli lalu. “Dalam waktu dekat ini akan dikirimkan hasilnya,” kata dia.

Pengadaan ABBM Poltekkes Mataram menggunakan anggaran dari APBN 2016. Awalnya dianggarkan sebesar Rp27 miliar. Namun, Kemenkes merasionalisasi anggaran sehingga anggarannya hanya Rp16 miliar.

Proyek itu berupa pengadaan belanja alat bantu belajar diantaranya mannequin bagi mahasiswa keperawatan. Alat bantu belajar itu diperuntukkan bagi kampus di Mataram dan kampus Bima. Proses pengadaannya menggunakan pola katalog elektronik. Perusahaan penyedia item alat sudah diklarifikasi. Berikut 11 perusahaan distributor. Kasus tersebut diselidiki awalnya ditengarai karena adanya dugaan item alat yang melebihi spesifikasi yang diminta. Akibatnya, alat tidak dapat maksimal digunakan. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here