Hasanain Bersyukur Masuk Bursa Penjaringan Demokrat

Mataram (suarantb.com) – Salah satu tokoh masyarakat yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada Lombok Barat, TGH. Hasanain Juaini, Lc, M.Hum menyambut baik keputusan Partai Demokrat NTB yang menyebut dirinya masuk dalam bursa kandidat Pilgub 2018.

Menurutnya,  hal itu merupakan sebuah kemajuan dalam ranah perpolitikan NTB. Karena partai politik (Parpol) dalam hal ini Partai Demokrat yang mulai menjadikan suara rakyat sebagai basis untuk mengambil kebijakan.

Iklan

“Bagus sekali kalau Parpol mencari figur yang diinginkan rakyat untuk mereka usung. Ini kemajuan positif dalam politik kita,” ujarnya, Selasa, 15 November 2016.

Hasanain yang beberapa kali mendapatkan penghargaan untuk dalam bidang  lingkungan ini mengatakan, masyarakat NTB pantas bersyukur dengan hal  tersebut.

“Masyarakat NTB harus mensyukuri itu karena akan berdampak baik bagi kita semua,” kata Hasanain.

Ia menyatakan hal itu menunjukkan mulai dewasanya para elit politik NTB dalam mengejawantahkan esensi berdemokrasi yang benar.

“Bagus sekali kalau Parpol mencari figur yang diinginkan rakyat untuk mereka usung. Ini kemajuan positif dalam politik kita. Kita harus mensyukuri,” ujarnya.

Ia menambahkan, seandainya pada survei yang dilakukan partai Demokrat NTB nantinya melahirkan keputusan mengusung dirinya menjadi kandidat di Pilgub 2018, itu mengindikasikan bahwa masyarakat telah memberikan amanah. Karena, hasil survei merupakan perwujudan dari keinginan sebagian besar masyarakat.

“Jika survei dan kemudian parpol mengarah kepada saya, itu berarti sebagian masyarakatlah yang memiliki keinginan,” paparnya.

Dan ia selaku yang dipercaya tentu tidak akan mengecewakan keputusan masyarakat yang telah memilihnya. Oleh karenanya, ia menyatakan akan siap untuk tampil pada Pilgub 2018 nanti.

“Penghargaan bagi saya dan permintaan untuk mengabdikan diri untuk kemaslahatan mereka. Tidak boleh (saya) menolak,” katanya.

Terlepas dari itu, sebagai ulama ia tetap menyerahkan segala sesuatu pada kehendak Allah SWT. Dengan tetap melakukan shalat istikharah terlebih dahulu.

“Namun ada pihak yang Maha Tahu yang dalam tanda kutip harus ditanya, Allah SWT. (Melalui) istiharah,” tandasnya. (ast)