Harian ‘’Suara NTB’’ Juara I Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik dari Kantor Bahasa

Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Umi Kulsum menyerahkan piagam kepada perwakilan Suara NTB, Marham yang meraih juara I Penggunaan Bahasa Terbaik di Media Cetak di Kila Hotel Senggigi, Rabu, 11 November 2020. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Harian Suara NTB meraih juara pertama dari Kantor Bahasa Provinsi NTB untuk penggunaan Bahasa Indonesia di media cetak di NTB. Penyerahan piagam diserahkan langsung Kepala Kantor Bahasa NTB Umi Kulsum, S.S., M.Hum., usai Diskusi Kelompok Terpumpun dengan tema ‘’Peta Jalan Literasi di NTB’’ yang digelar di Kila Hotel Senggigi, Rabu, 11 November 2020.

Selain Harian Suara NTB, dua media lainnya di NTB yakni Harian Lombok Post berada di peringkat kedua dan Harian Gaung NTB di peringkat ketiga.

Iklan

Kepada Suara NTB, Umi Kalsum menjelaskan, media memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan literasi kepada masyarakat. Dari pemberitaan yang disajikan media, ujarnya, masyarakat bisa memahami seperti apa penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Jika penggunaan kata yang dipergunakan media baik, maka masyarakat akan cenderung menggunakan apa yang disampaikan media. Begitu juga sebaliknya, jika penggunaan kata-kata tidak sesuai, masyarakat juga akan cenderung mengikuti apa-apa yang disampaikan media.

Sementara dalam diskusi kelompok terpumpun ini hadir juga Kepala Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Prof. Endang Aminudin Aziz, M.A., Ph.D., Asisten Administrasi Umum Setda NTB Dr. Drs. H. Lalu Syafi’i, M.M., Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB Dr. Ir. H. Manggaukang, M.M., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Drs. H. L. Fatwir Uzali, M.Pd.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan Pengembangan Pembinaan Bahasa Endang Aminudin Aziz, mengungkapkan, jika literasi masyarakat Indonesia, termasuk NTB masih rendah. Menurutnya, dimensi budaya literasi NTB menempati urutan ke 12 (56,12) dari angka literasi nasional 55,03. Hal ini, bisa dilihat dari beberapa indikator, yakni penduduk 10 tahun ke atas yang membaca selain kitab suci. Selain itu, penduduk 10 tahun ke atas yang mengakses internet, mengunjungi perpustakaan. Di satu sisi, kajian Badan Bahasa tahun 2018,  menunjukkan kemampuan membaca siswa berumur 15 tahun mendapat skor 200-800. ‘’Sementara skor rata-rata nasional 488,7,’’ ujarnya.

Di tingkat nasional, ada 16 provinsi di atas rata-rata nasional. Dan pada kesempatan ini, NTB berada di posisi 16 nasional dengan skor 489,6. ‘’Sumatera Selatan di urutan pertama dengan skor586,6,’’ terangnya.

Untuk itu, dalam meningkatkan tingkat literasi masyarakat, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa akan meluncurkan Gerakan untuk Literasi Semesta (Geulis). Pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk mengembangkan program ini. Dalam hal ini, pihaknya mengharapkan Kantor Bahasa yang ada di daerah, termasuk di NTB berkoordinasi dengan jajaran pemerintah daerah untuk menerapkan program Geulis ini.

Keberadaan program Geulis ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah di NTB. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB, H. Manggaukang Raba mengharapkan program ini segera terealisasi dan tidak sebatas wacana. Pihaknya mengharapkan Badan Pengembangan Bahasa segera menunjuk instansi mana yang terlibat dalam program ini. (ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional