Hari Raya Kuningan, Anggota TNI Bagi Takjil

Anggota Kodim 1620/Loteng yang beragama Hindu turut bagi-bagi takjil sekaligus momen merayakan Hari Raya Kuningan, Minggu, 25 April 2021. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) membagikan takjil (menu buka puasa) bagi para pengendara yang melintas di jalan Hasanudin Praya, Minggu, 25 April 2021. Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan perayaan Hari Raya Kuningan, dipimpin langsung Dandim 1620/Loteng Letkol. Inf. I Putu Tangkas Wiratawan bersama Ketua Persit KCK Cab XXX Dim 1620/Loteng Ny. Putri I Putu Tangkas Wiratawan.

Dalam aksi tersebut, Dandim 1620/Loteng bersama personel TNI yang beragama Hindu lainnya mengenakan pakai adat Bali. Sementara personel yang Muslim, mengenakan baju Muslim.  “Melalui momen ini, kita ingin perkuat toleransi antar umat beragama di daerah ini,” sebut Dandim 1620/Loteng, Letkol Inf. I Putu Tangkas Wiratawan.

Iklan

Menurutnya, memberi makanan atau minuman bagi orang lain yang hendak berbuka puasa menjadi kewajiban, meski  hanya seteguk air. Ia pun mengaku Hari Raya Kuningan tahun ini terasa spesial karena bersamaan dengan bulan Ramadhan.

Kodim 1620/Loteng berkomitmen untuk senantiasa terus berusaha menjaga kebersamaan dalam setiap pelaksanaan tugas. Begitu juga dalam kehidupan bermasyarakat harus saling menjaga toleransi antarumat beragama agar negara Indonesia kuat. Terlebih dengan berbagai dinamika yang terjadi di luar, tidak sampai mengurangi hikmah dari silaturahmi masyarakat di daerah ini.  “Mengingat kita memiliki berbagai macam suku dan agama yang ada di Indonesia, senantiasa toleransi terus di kedepankan,”ungkapnya.

Ditempat terpisah, Kapolsek Pujut Iptu Lalu Abdurrahman, menggelar buka bersama dengan puluhan anak yatim di Desa Kawo Pujut dan berkesempatan menyerahkan santunan bagi para anak yatim tersebut. Pada kesempatan ia mengingatkan kepada masyarakat untuk ikut serta membantu pihak kepolisian dalam menjaga keamanan.

Ia mengatakan pada bulan puasa kali ini ada beberapa aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan. Mulai dari aksi balapan liar hingga menyalakan petasan. Pihaknya pun mengimbau supaya aktivitas yang bisa mengganggu keamanan tersebut tidak dilakukan.

“Kami minta agar masyarakat tidak melakukan balap liar, membunyikan atau menyalakan petasan. Ini semua demi kebaikan kita bersama. Supaya masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan aman dan lancar,” tandasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional