Hari Raya Idul Adha, NTB Siapkan 130 Ribu Ekor Sapi Potong

Mataram (suarantb.com) – Pemprov NTB melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan)  menyediakan 70.000-130.000 ekor sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di seluruh kabupaten/kota di NTB jelang hari raya idul adha.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakeswan NTB, H. Aminurrahman menyatakan siap menyediakan hewan-hewan kurban di hari raya idul adha yang jatuh pada tanggal 12 September mendatang.

Iklan

Selain itu, Aminurrahman menghimbau kepada masyarakat NTB agar tidak perlu khawatir dengan kesehatan dan ketersediaan hewan kurban. Karena dalam setahun NTB mampu menghasilkan ternak sapi siap potong sampai 130.000 ekor. Sementara untuk kebutuhan kurban setiap tahunnya di NTB hanya membutuhkan 70.000 ekor saja.

“Kami sudah siap menyambut hari raya kurban, di NTB tidak kekurangan, untuk ternak potong kita ada 130.000 ekor per tahun, belum termasuk bibitnya,” ungkapnya Selasa, 6 September 2016.
Ia juga mengatakan persiapan Disnakeswan bersama dengan Dinas Pertanian Kota Mataram, telah bekerjasama untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan di kurban. Dengan menerjunkan enam orang sebagai tim pemeriksa, dengan basis di kecamatan Mataram.

“Kita bersama sama dengan Dinas pertanian kota, untuk melakukan monitoring di tempat-tempat penjualan hewan kurban kalau ada masalah langsung kita tangani,” paparnya.

Persiapan tersebut telah dilaukan jauh-jauh hari, termasuk dengan mengundang takmir masjid untuk melakukan sosialisasi cara memperlakukan hewan kurban. Hal itu di sampaikan oleh dokter hewan lingkup bidang Kesmavet, Dwi Istanto.

Pada kesempatan tersebut Dwi Istanto mengatakan telah menyediakan pos-pos pengaduan di beberapa titik Kota Mataram. Yaitu dengan posko utama di Disnakeswan NTB di jalan Airlangga, Dinas Pertanian Kota Mataram di Majeluk, dan terakhir di Banyumulek.

Istanto mengatakan penyediaan pos pengaduan hewan kurban tidak hanya ada di Mataram, namun juga di semua kabupaten/kota di NTB, “Kalau di kabupaten kita sudah menyurati supaya masing masing kabupaten/kota melaksanakan juga kegiatan itu,” ujarnya.

Baik pelaporan maupun pemeriksaan hewan kurban, akan dilaksanakan sebelum dan sesudah hari raya idul adha. Tujuannya untuk menjaga agar masyarakat terhindar dari masalah-masalah seperti terganggunya kesehatan hewan kurban dan menghindari adanya daging oplosan. (ism)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here