Hari Pramuka Ke-60, Anggota Harus Beri Contoh Penerapan Prokes

Ketua Kwarda Pramuka NTB H. Fathul Gani, Dandim 1606 Mataram Kol. Arm.Gunawan dan Ketua Badan Kehormatan Rakyat NTB H. Mesir Suryadi saat dialog serangkaian HUT Pramuka ke 60 di Bumi Perkemahan Jakamandala, Jumat, 13 Agustus 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sabtu, 14 Agustus 2021 diperingati sebagai Hari Pramuka di Indonesia. Tahun 2021, ini anggota Pramuka memperingati Hari Pramuka yang ke 60. Untuk itu momen Hari Pramuka di tengah mewabahnya Covid-19 ini mesti menjadikan anggota Pramuka harus berguna bagi kepentingan masyarakat yang lebih besar.

Demikian disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka NTB Drs. H. Fathul Gani, M.Si., dalam dialog serangkaian memperingati Hari Pramuka ke 60 di Bumi Perkemahan Jakamandala, Jumat, 13 Agustus 2021. Hadir pada dialog ini, Dandim 1606 Mataram Kol. Arm. Gunawan dan Ketua Badan Kehormatan Rakyat NTB H.Mesir Suryadi, S.H.

Iklan

Fathul Gani yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB ini, mengingatkan agar dalam menghadapi Covid-19 ini, anggota Pramuka harus memberikan contoh. Jika pemerintah meminta pada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes), maka anggota Pramuka harus juga menerapkan di masyarakat. Termasuk bagaimana memberi contoh penerapan prokes pada masyarakat yang belum paham bagaimana penerapan prokes yang sebenarnya.

“Di tengah masyarakat kita harus jadi contoh. Kita harus Nurut Tatanan Baru (NTB). Kita harus jadi pelopor di tengah masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Diakuinya, banyak orang yang yang masih belum percaya jika Covid-19 ada, sehingga mereka tidak menerapkan prokes, seperti memakai masker. Termasuk tidak menjaga jarak, mencuci tangan hingga melakukan vaksinasi. Untuk itu, ujarnya, anggota Pramuka harus hadir dengan melakukan sosialisasi dan memberikan contoh penerapan prokes.

Selain itu, tambahnya, anggota Pramuka harus membantu pemerintah dalam memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat. Mantan Kepala Biro Umum SetdaNTB ini, menyebut ciri orang yang benar-benar bantuan. Pihaknya tidak ingin bantuan yang diberikan salah sasaran, terutama pada pihak yang tidak mau bekerja.

“Orang malas adalah orang yang hanya mengharapkan bantuan saja dan tidak mau bekerja. Beda kalau orang miskin, mereka punya harga diri dan mau bekerja. Untuk itu, kita harus menyisir mana orang yang malas dan miskin,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Dandim 1606 Mataram Kol. Arm. Gunawan. Pihaknya mengingatkan kepada anggota Pramuka dan masyarakat untuk betul-betul menaatiprokes di masyarakat. Menurutnya, dalam menerapkan prokes butuh konsistensi dan semangat agar prokes tetap diterapkan.

Jika semua sudah menerapkan prokes, tambahnya, itu artinya tidak hanya melindungidiri, tapi melindungi orang lain. “Tetap laksanakan prokes. Sudah vaksin bukan berarti boleh tidak pakai masker. Ini yang salah kaprah. Di mana pun kita, penerapan protokol kesehatan harus benar-benar dilakukan,” harapnya.

Diakuinya, banyak orang yang salah paham saat pemerintah melakukan penyekatan atau pembatasan bepergian. Menurutnya, penyekatan yang dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di masyarakat. Apalagi fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan terbatas, maka pembatasan bepergian merupakan salah satu solusi yang terbaik yang dilakukan pemerintah. “Ini yang harus dipahami oleh masyarakat,” ujarnya. (ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional