Hari Pertama UN di Lobar Terganggu Pasokan Listrik

Giri menang (Suara NTB) – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMA sederajat diikuti 11 SMA dan MA di Lombok Barat (Lobar). Secara umum, pelaksanaan UNBK berjalan lancar. Namun, masih ditemukan beberapa kendala teknis saat pelaksanaan, seperti di Madarasah Aliyah Negeri (MAN) Gerung yang terkendala kurangnya pasokan listrik.

Akibatnya 60 unit komputer yang di gunakan mati dan pelaksanaan UNBK terpaksa ditunda hingga sekitar 30 menit lamanya. Bahkan pihak sekolah terpaksa harus menggunakan genset untuk menanggulangi kekurangan pasokan listrik.

Iklan

“Arus tegangan listriknya turun, tidak cukup dayanya, karena 60 komputernya dinyalakan sekaligus,” terang  Panitia Pelaksana UNBK, Muksin.

Menurutnya pihak sekolah sempat meminta penambahan daya untuk listrik kepada PLN demi pelaksanaan UNBK. Namun pihak PLN menyarankan pasokan listrik yang ada telah cukup untuk melaksanakan UNBK. “Kita disarankan untuk tidak menambah daya, karena pasokan listrik untuk UNBK sudah cukup,” ujarnya.

Matinya listrik pun mengganggu para siswa yang tengah Melaksanakan UNBK, sehingga membuat siswa terganggu konsentrasinya.

Berbeda dengan MAN Gerung, pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Gerung berjalan lancar dan tanpa ada kendala. Menurut, Kepala SMAN 1 Gerung, H. Nasrun, untuk pelaksanaan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia ini, para siswa terlihat antusias mengerjakan setiap soal UNBK. “Kalau kendala kita belum temukan hari ini, karena sejak simulasi tersebut kita sudah mengantisipasinya, sehingga bisa berjalan lancar sekarang,” terangnya.

Kendati demikian, Nasrul pun tetap mengantisipasi adanya kemungkinan matinya listrik dengan menyiapkan genset. Selain itu adanya bantuan tambahan komputer dari provinsi membuat, pihak sekolah memiliki cadangan 4 komputer server. “Semuanya sudah kita siapkan, insya Allah belum ada kendala,”jelasnnya.

Dia menjelaskan untuk pelasanaan UNBK diikuti 537 peserta atau siswa yang dibagi menjadi tiga sesi pelaksanaan untuk per harinya. Di mana satu sesi diikuti rata-rata 120 siswa dengan waktu 2 jam.

Kondisi serupa juga terlihat di di SMAN 1 Lembar juga berjalan lancar. Bahkan, pihak sekolah memberikan sarapan pagi bagi siswa yang ikut UNBK agar tidak terlambat. Pihak sekolah juga menggelar doa bersama sebelum melaksanakan UNBK. “Kita doa bersama sebelum UNBK,’’ jelas Erni Zuhara Kepala SMAN 1 Lembar. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here