Hari Pertama Tes SKD, Enam Peserta CPNS di Lobar Dinyatakan Gugur

Sekda Lobar H. Baehaqi  memberikan pengarahan dan memantau pelaksanaan tes SKD CPNS di Kantor UPT BKN Regional Mataram, Kamis, 2 September 2021. (Suara NTB/her)

Mataram (Suara NTB) – Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi peserta CPNS di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mulai digelar, Kamis, 2 September 2021. Pada hari pertama tes SKD ini, peserta dibagi menjadi tiga sesi. Dari tiga sesi itu, terdapat enam peserta dinyatakan gugur, karena tidak hadir dan mengundurkan diri.

Pelaksanaan tes SKD hari pertama ini dibuka dan dipantau langsung Sekda Dr. H. Baehaqi didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM) Lobar Syahrudin. Para peserta CPNS sudah berada di lokasi sejak pagi. Sebelum pelaksanaan tes dimulai. Bagi peserta yang belum sempat melakukan swab antigen atau rapid tes telah disiapkan di lokasi oleh Dikes. Namun para peserta harus membayar biaya Rapid tes itu karena Pemda tidak memprogramkan swab antigen atau rapid gratis bagi peserta CPNS.

Iklan

Berdasarkan hasil rekapan yang dilakukan tim pansel, dari tiga sesi tes SKD jumlah peserta pada sesi pertama sebanyak 20 orang. Satu orang tidak hadir, peserta mengundurkan diri. Sesi kedua, dengan jumlah peserta 45 orang, lima orang tidak hadir. Lalu sesi ke tiga dengan jumlah peserta 45, semuanya hadir. “Dari hasil tiga sesi itu, sebanyak 6 orang tidak hadir. Sedangkan 104 peserta yang hadir,” sebut Sekda usai memantau pelaksanaan tes SKD di Kantor UPT BKN Mataram.

Sekda mengatakan tes SKD dilaksanakan selama tes 13 hari, mulai tanggal 2-13 September. Ia memberikan penekanan kepada para peserta wajib menaatiprokes selama pelaksanaan tes. Ia juga menekankan agar peserta tidak percaya hoaks dan calo yang memberi iming-iming bisa lulus. “Saya minta agar peserta tidak percaya hoaks, calo. Para peserta harus belajar keras, kerja keras, percaya diri. Karena yang menentukan dia lulus adalah dia sendiri, tentunya ada ketentuan Tuhan dengan doa dan ikhtiar yang dilakukan,”ujarnya.

Untuk usulan dari BKD perlu dibangun Kantor CAT untuk pelaksanaan SKD, Pihak Pemda tentu mempertimbangkan itu. Agar pada saat tes CPNS, Pemda Lobar tidak lagi numpang di kantor UPT BKN di Mataram. Hanya kondisi saat ini, perkembangan Covid-19 berpengaruh terhadap PAD dan DAU, sehingga ini menjadi bahan pertimbangan sejauh mana kemampuan keuangan daerah. “Mampu ndak dibangun, tergantung dari kapasitas fiskal daerah,”imbuhnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional