Hari Pertama Tes CPNS di KSB, Pansel Kecewa

DIPERIKSA - Salah seorang peserta tes SKD CPNS diperiksa oleh anggota Satpol-PP sebelum masuk gedung CAT. (Suara NTB/bug)

Taliwang (Suara NTB) – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis,  1 November 2018 mulai digelar. Tes di hari pertama ini diwarnai kekecewaan Pansel yang mendapati minimnya peserta yang memenuhi standar nilai.

Pantauan Suara NTB di gedung CAT KSB, kemarin, para peserta tes yang mendapatkan jatah sesi pertama ujian sudah datang sejak pagi hari. Mereka selanjutnya melakukan registrasi dan mengambil nomor tempat duduk sebelum mengikuti ujian.

Iklan

Sekitar 10 menit sebelum para peserta memasuki ruangan, panitia memberikan pengarahan prosedur ujian di lantai dasar gedung. Juru bicara Pansel CPNS KSB, Mars Anugerahinsyah, S.Hut mengatakan, proses ini merupakan prosedur standar agar para peserta mengetahui tata cara dan aturan selama ujian berlangsung nantinya. “Yang kita laksanakan ini standar ya. Terutama soal prosedur pengisian jawaban karena banyak peserta yang belum mengetahuinya,” terangnya.

Sesuai ketetapan Pansel CPNS KSB, ada 4 sesi kegiatan ujian per harinya. Sebelumnya kata Mars, panitia sempat membuat jadwal per hari sebanyak 5 sesi. Namun karena pertimbangan kepanitiaan serta waktu yang terbatas maka ditetapkan per hari sebanyak 4 sesi. “Per sesi ujian pesertanya 60 orang. Jadi setiap harinya akan ada 240 peserta yang ujian,” paparnya.

Meski kegiatan ujian di hari pertama kemarin berjalan lancar, tetapi hasilnya masih mengecewakan panitia. Pasalnya hingga sore hari, dari 3 sesi yang sudah mengikuti ujian belum satu pun peserta mampu memenuhi passing grade (standar nilai) kelulusan yang ditetapkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Beberapa peserta hanya mampu memenuhi salah satu standar nilai dari 3 jenis soal SKD. Di mana 3 jenis soal yang diujikan yakni, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan bobot nilai mimimal 75, Tes Inteligensia Umum (TIU) bobot nilai 80, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan standar nilai minimal 143 poin.

Menurut Mars, dari sesi pertama hingga ketiga kebanyakan para peserta tidak memenuhi standar bobot minimal TKP. Ia memperkirakan, para peserta kehabisan waktu karena terlalu fokus menyelesaikan tes TWK dan TIU. “Kami lihatnya seperti itu. Apalagi kan mereka dibatasi waktu hanya 90 menit,” timpalnya.

Dengan hasil yang nihil itu, Mars mengaku, panitia sedikit mulai khawatir karena tidak memenuhinya passing grade yang ditetapkan oleh BKN, maka potensi daerah untuk kehilangan kuota penerimaan CPNS tahun ini semakin terbuka.

“Ujian ini kan kita urutkan pesertanya sesuai dengan formasinya. Hari ini semuanya formasi guru. Nah kalau sampai sesi ke-4 nanti tidak ada yang memenuhi passing grade, kemungkinan kita akan kosong untuk formasi guru agama,” imbuhnya. (bug)