Hari Pertama SKD, 251 Pelamar CPNS Kota Mataram Terpental

Pelamar melihat hasil tes pada monitor yang telah disiapkan oleh panitia seleksi CPNS, Selasa, 4 Februari 2020. Hari pertama, 251 pelamar terpental atau tidak memenuhi nilai ambang batas. (Suara NTB/cem).

Mataram (Suara NTB) – Hari pertama seleksi kompetensi dasar (SKD) penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Mataram, sejumlah 251 pelamar terpental karena tak memenuhi passing grade atau nilai ambang batas. Jumlah ini tidak termasuk 81 pelamar didiskualifikasi karena terlambat dan tidak hadir.

Di sesi pertama tes SKD dari 54 peserta yang hadir, 14 orang memenuhi nilai ambang batas.  29 orang di sesi kedua memenuhi passing grade. Di sesi ketiga justru 50 persen pesertanya memenuhi standar nilai ambang batas yakni 48 orang. Dan, 37 orang di sesi keempat serta 40 orang pada sesi terakhir. Untuk rata – rata nilai tertinggi 381 – 420. Sementara, nilai terendah 129 – 190.

Iklan

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin membenarkan bahwa di hari pertama tes SKD lebih dari 50 pelamar tidak memenuhi nilai passing grade atau terpental. Jumlahnya mencapai 251 orang dari total 419 peserta yang mengikuti tes. “Hanya 168 yang lolos passing grade,” kata Muja ditemui, Selasa, 4 Februari 2020.

Muja tidak mengetahui penyebab pelamar mendapatkan nilai di bawah ambang batas. Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nilai passing grade telah diturunkan. Faktanya, lebih dari separuh pelamar di hari pertama tidak lulus.

Pihaknya tidak mengetahui tipe pelamar. Karena, setiap soal keluar sudah ada standar. Seperti tes intelijensi umum (TIU) standar nilainya telah diturunkan. Sementara, tes wawasan kebangsaan (TWK) naik. Pelamar sering terjebak di TWK dan TIU sehingga tidak mendapatkan hasil nilai maksimal. “Nilai TIU nya besar. Tapi TWK kecil. Ndak lolos passing grade,” tandasnya.

Pelamar yang memenuhi nilai ambang batas belum tentu bisa mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Sebab, tergantung dari perangkingan pada tahap akhir nantinya. Untuk SKB akan diambil tiga orang untuk masing – masing formasi. Sebagai contoh, jika di instansi dibutuhkan satu formasi. Maka tiga pelamar yang memiliki nilai tertinggi akan ikut SKB. Pelamar pun kembali bersaing sesuai dengan kompetensi yang dilamar. “Jadi belum tentu mereka bisa ikut SKB walaupun lolos passing grade. Nanti diambil tiga orang di setiap formasi,” sebutnya. (cem)